Singaporean English (Singlish)
Guys… Pernah denger kata-kata Singaporean English atau biasa disingkat dengan istilah Singlish? Sebenernya aku juga belum lama tau sih tentang istilah ini. Aku baru tau beberapa bulan yang lalu setelah melihat sebuah video di Facebook dan dilanjutkan dengan melihat beberapa video lainnya di Youtube. Semua video yang aku lihat tersebut sangat renyah untuk dikonsumsi, karena bisa membuat kita tersenyum dan bahkan tertawa terbahak-bahak sampai guling-guling :))
Berikut beberapa video tersebut:
Aku sendiri tidak tahu entah oleh siapa istilah singlish diberikan, apakah oleh orang Singapore sendiri atau oleh orang-orang dari negara yang native speaking in English yang berkunjung ke Singapore dan melihat bagaimana masyarakat Singapore menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama mereka, selain juga menggunakan bahasa Melayu dan bahasa Mandarin sebagai bahasa nasional mereka. Untuk lebih jelas mengetahui tentang istilah singlish, ada baiknya teman-teman berkunjung ke halaman tentang singlish di wikipedia.
Nah setelah sedikit banyak mengetahui tentang gaya bahasa singlish melalui video yang aku tonton dan sedikit pengalaman ketika transit di Changi beberapa waktu yang lalu, kemudian aku menemukan ada kesamaan juga antara singlish dengan gaya bahasanya para Guide di sekitar tempatku sekarang bekerja, di daerah Bukit Lawang dan Tangkahan. Yah… Gaya conversation bahasa Inggris yang renyah dan sedikit kocak ini memang sepertinya jadi “alternatif” cara yang lebih efektif untuk berkomunikasi bagi para Guide yang sebagian besar hanya mengenal dan belajar English dari pengalaman dan bukan dari pendidikan formal dengan para visitor yang mereka pandu.
Bagi mereka pronunciation, spelling dan grammatical tidak terlalu penting, yang penting si tamu mengerti apa yang mereka hendak sampaikan… Toh para tamu juga tidak pernah memaksakan mereka untuk berbicara dalam bahasa inggris yang baik dan benar :P Paling mentok jika mereka sudah blank, maka bahasa tubuh lah yang paling berperan untuk menjelaskan apa yang mereka maksud kepada para tamunya masing-masing… It’s better than silent lah… Hehehe… :D
Sebenarnya hampir semua negara-negara di Asia Tenggara memiliki kecenderungan berbahasa inggris seperti Singlish, itu sebabnya muncul juga istilah Manglish (Malaysian English), Tinglish (Thailand English), dsb. Istilah Indonesian English sendiri tidak bisa aku temukan… Apakah karena mayoritas orang Indonesia yang bisa berbahasa inggris dapat melakukan dan menerapkan bahasa inggrisnya dengan baik? I dunno… :P
So, how about my English?
Terus terang aku juga tidak bisa berbahasa inggris dengan baik dan benar. Jangankan berbahasa inggris, berbahasa indonesia yang baik dan benar aja susah… Hehehe :P Jika aku mengingat pengalaman ke Taiwan beberapa waktu yang lalu pun, aku rasa sedikit banyaknya gaya bahasaku ketika berkomunikasi dengan teman-teman disana hampir sama dengan teman-teman Guide di Bukit Lawang dan Tangkahan. Not a good english but it works :D
And you… How about your english guys???
Oiya… Sebagai penutup silahkan saksikan video kocak berikut ini :P
PS: Ada ratusan bahkan mungkin ribuan video tentang singlish di youtube… ;))
Seh Ukur “Bilqis” dari Bukit Lawang, Butuh Bantuan Kita…

- Bilqis Anindya Passa, bayi penderita atresia bilier, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (10/4/2010) setelah dirawat sekitar dua bulan di RSUP dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah.
Guys… Pernah mendengar nama Bilqis? Mungkin kita masih ingat seorang bayi perempuan bernama lengkap Bilqis Anindya Passa, balita penderita atresia bilier yang akhirnya meninggal dunia, setelah dirawat intensif selama sekitar dua bulan di RSUP dr. Kariadi Semarang.
Well, kali ini aku ingin menyampaikan tentang ditemukannya kasus yang sama dengan Bilqis, yang dialami sebuah keluarga di Kawasan Perumahan Eks-Banjir Bandang Bohorok, Bukit Lawang, Langkat, Sumatera Utara. Bayi perempuan cantik yang bernama Seh Ukur, putri pasangan Sada Kata dan Usman yang baru berusia 10 bulan ini memiliki berat 9,4 kilogram dan tonjolan di perut yang sangat besar. Sangking besarnya, Seh Ukur terlihat sangat kesakitan yang ditunjukkan dengan tangisannya.
Kulit bayi Seh Ukur tampak menghitam dengan bola mata berwarna kekuningan. Karakteristik fisik ini sangat tidak lazim pada bayi normal di usia 10 bulan. Ketika seorang teman mengambil gambar bayi ini di sebuah klinik di kawasan Bukit Lawang yang dikelola oleh Bidan Nerli, mimik wajah bayi Seh Ukur menyiratkan teriakan kecil rasa sakit yang tidak dapat diungkapkan.

Bayi Seh Ukur "bilqis" Bukit Lawang
Bayi Seh Ukur sudah beberapa kali masuk Rumah Sakit di kota Medan, namun karena keterbatasan biaya, orangtua bayi ini, pasangan Sada Kata dan Usman tidak dapat melanjutkan perobatan di Rumah Sakit. Dari data hasil pemeriksaan USG Liver + Spleen + Ginjal + GB. Kesimpulan Radiologis terakhir yang dibuat pada 5 Maret 2010 lalu di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik, Medan Oleh Dr Lubis Syaifudin SpRad. menyatakan bahwa “Hepatosplemonegali, tidak tampak SOL + Dilatasi traktus billier intrahepatik. Kedua ginjal baik, tidak tampak bendungan, batu maupun SOL. Gall blader tidak tervisualisasi.”
Terus terang aku nggak paham apa maksud dari kesimpulan radiologis yang dokumennya aku baca dan lihat langsung, namun yang pasti bayi Seh Ukur telah menderita penyakit ini sejak usia tiga bulan, dan sejak itu pula orangtua bayi Seh Ukur melakukan usaha-usaha pengobatan. Tapi karena keterbatasan biaya, pengobatan akhirnya dihentikan
Saat ini bayi Seh Ukur membutuhkan bantuan dari para dermawan, orang-orang yang mampu mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan kepada orangtuanya sehingga bayi Seh Ukur dapat melakukan perawatan yang tepat. Untuk informasi tentang laporan hasil Radiologi Seh Ukur dan dokumen-dokumen pendukung lainnya, Anda dapat melihatnya di link berikut ini:
http://www.flickr.com/photos/19981631@N07/sets/72157624400348405/
Bagi yang berminat membantu bayi tersebut, terutama yang berdomisili di Sumatera Utara bisa langsung datang ke Alamat rumah mereka di Perumahan Bukit Lawang Indah (Eks Banjir Bandang) Blok I No. 3.
Atau jika ada dermawan yang berniat membantu, bantuan bisa dikirimkan melalui rekening :
Yayasan Orangutan Sumatra Lestari,
BNI Syariah Cab, Medan,
NOREK : 009-2757-983.









































