Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

September 10, 2010 · Posted in Selingan · 1 Comment 

Guys… Maaf telat buat postingannya ;) Kali ini aku cuma mau menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Semoga kita dapat menemukan jati diri, memperoleh ampunan dan ridho Illahi, dan kelak mendapat kenikmatan surgawi ;)

Oiya, kemarin aku mencoba sebuah layanan online yang  membantu kita membuat video slideshow dengan background dan fitur yang menarik dan ciamik. Dengan menggunakan layanan mereka, kita bisa membuat foto-foto digital koleksi kita tampil menarik dalam bentuk slideshow video. Sebagai percobaan aku membuat Video Ucapan Selamat Lebaran dibawah ini:

Kalo teman-teman ada waktu luang untuk berkreasi dengan koleksi foto digitalnya, silahkan coba layanan yang bernama animoto ini. Gratis kog… Trus jangan lupa untuk menggunakan aplikasi mereka di facebook untuk mendapatkan 1 credit yang bisa digunakan untuk men-create sebuah full video.

Selamat mencoba dan sekali lagi, aku ingin menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H untuk semua sobat yang merayakannya… ;)

Related posts

Indonesia Pusaka: Refleksi 65 Tahun Kemerdekaan RI

August 18, 2010 · Posted in Indonesiana · 5 Comments 

Guys… Pada kesempatan ini aku coba membuat refleksi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 65 (1945-2010) dengan membandingkan lirik lagu Karya Ismail Marzuki yang berjudul Indonesia Pusaka dengan lirik lagu ubahannya yang sering dinyanyikan oleh mahasiswa dan kaum reformis pada masa-masa awal reformasi hingga saat ini jika terjadi aksi-aksi demonstrasi, baik itu oleh mahasiswa, buruh maupun masyarakat. Selain membandingkan lirik lagu tersebut aku juga membuat ubahan lirik sendiri yang kusesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi di Repoeblik Indonesia sekarang ini.

Lirik-lirik dibawah ini kiranya dapat menyadarkan kita bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia harus segera diselamatkan. Pemilihan lagu ini dan beberapa versi lirik semata-mata sebagai media refleksi karena aku yakin alunan nada dan lirik lagu lagu ini sudah sangat akrab ditelinga kita setiap warga negara Indonesia.

Indonesia Pusaka by Ismail Marzuki

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff 1:
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff 2:
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

Video Indonesia Pusaka dibawah ini diambil dari Youtube, diciptakan oleh Seorang Vietnam yang mengagumi Indonesia…

ASLI MERINDING…

BANGKIT INDONESIA!!!

Pada masa awal reformasi 98 dahulu, lagu Indonesia Pusaka dengan lirik dibawah ini pertama kali aku dengarkan… Lirik lagu Indonesia Pusaka (Indonesia Tanah Air Beta/Indonesia Tanah Air Siapa) versi reformasi ini menggambarkan betapa Indonesia masih belum benar-benar merdeka…

Indonesia Tanah Air Siapa?
Katanya Tanah Air Beta
Indonesia Sejak ‘45′
Janjinya Makmur, Sejahtera

Reff:
Nyatanya Kini Ku Sengsara
Petani Digusur Sawahnya
Rakyat Miskin dan Buruh Sengsara
Sampai Akhir Menutup Mata

Kita tentu tidak ingin quote ”Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” terus menerus terdengar sampai dengan tiba waktunya anak cucu kita yang menjadi generasi penerus bangsa ini…

Video Indonesia Pusaka dibawah ini diambil dari Youtube, diciptakan oleh Prissa, Gitaris wanita muda potensial Indonesia yang sudah sering menjadi featured player pada berbagai Band terkenal Indonesia.

Nah… Sedangkan lirik dibawah ini adalah ubahanku sendiri yang melihat kondisi kekinian bangsa Indonesia… Ini realitas yang sedang terjadi… Tidak bermaksud pesimis namun kiranya dapat mengingkatkan kita semua bahwa Indonesia adalah bangsa yang seharusnya besar namun tidak dibesarkan oleh bangsanya sendiri…

Indonesia Tanah Air Siapa?
Katanya Tanah Air Kita
Indonesia Yang Alamnya Kaya
Rakyatnya Masih Menderita

Reff:
Dan Kini Ku Makin Sengsara
Ibadah Pun Aku Tak Bisa
Korupsi Kian Merajalela
Entah Kapan Aku “Merdeka”

Video Indonesia Pusaka dibawah ini diambil dari Youtube, diciptakan oleh Doddy, I don’t know him but his Guitar skills is Brilliant! :)

Saat bangsa lain memuja-muja Indonesia… Sesama anak bangsa masih melakukan penjajahan kepada rekan sebangsanya sendiri.

Mari kita peduli terhadap sesama… Jangan biarkan kesenjangan sosial semakin menganga… Lawan Korupsi dan Kekerasan atas dalih Agama, Suku, Ras dan sebagainya… INDONESIA PASTI KAN JAYA!!!

Related posts

Seh Ukur “Bilqis” dari Bukit Lawang, Butuh Bantuan Kita…

July 18, 2010 · Posted in My Life, Sumatera Utara · 6 Comments 
Bilqis Anindya Passa, bayi penderita atresia bilier, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (10/4/2010) setelah dirawat sekitar dua bulan di RSUP dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah.
Bilqis Anindya Passa, bayi penderita atresia bilier, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (10/4/2010) setelah dirawat sekitar dua bulan di RSUP dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah.

Guys… Pernah mendengar nama Bilqis? Mungkin kita masih ingat seorang bayi perempuan bernama lengkap Bilqis Anindya Passa, balita penderita atresia bilier yang akhirnya meninggal dunia, setelah dirawat intensif selama sekitar dua bulan di RSUP dr. Kariadi Semarang.

Well, kali ini aku ingin menyampaikan tentang ditemukannya kasus yang sama dengan Bilqis, yang dialami sebuah keluarga di Kawasan Perumahan Eks-Banjir Bandang Bohorok, Bukit  Lawang, Langkat, Sumatera Utara. Bayi perempuan cantik yang bernama Seh Ukur, putri pasangan Sada Kata dan Usman yang baru berusia 10 bulan ini memiliki berat 9,4 kilogram dan tonjolan di perut yang sangat besar. Sangking besarnya, Seh Ukur terlihat sangat kesakitan yang ditunjukkan dengan tangisannya.

Kulit bayi Seh Ukur tampak menghitam dengan bola mata berwarna kekuningan. Karakteristik fisik ini sangat tidak lazim pada bayi normal di usia 10 bulan. Ketika seorang teman mengambil gambar bayi ini di sebuah klinik di kawasan Bukit Lawang yang dikelola oleh Bidan Nerli, mimik wajah bayi Seh Ukur menyiratkan teriakan kecil rasa sakit yang tidak dapat diungkapkan.

Bayi Seh Ukur bilqis Bukit Lawang

Bayi Seh Ukur "bilqis" Bukit Lawang

Bayi Seh Ukur sudah beberapa kali masuk Rumah Sakit di kota Medan, namun karena keterbatasan biaya, orangtua bayi ini, pasangan Sada Kata dan Usman tidak dapat melanjutkan perobatan di Rumah Sakit. Dari data hasil pemeriksaan USG Liver + Spleen + Ginjal + GB. Kesimpulan Radiologis terakhir yang dibuat pada 5 Maret 2010 lalu di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik, Medan Oleh Dr Lubis Syaifudin SpRad. menyatakan bahwa “Hepatosplemonegali, tidak tampak SOL + Dilatasi traktus billier intrahepatik. Kedua ginjal baik, tidak tampak bendungan, batu maupun SOL. Gall blader tidak tervisualisasi.”

Terus terang aku nggak paham apa maksud dari kesimpulan radiologis yang dokumennya aku baca dan lihat langsung, namun yang pasti bayi Seh Ukur telah menderita penyakit ini sejak usia tiga bulan, dan sejak itu pula orangtua bayi Seh Ukur melakukan usaha-usaha pengobatan. Tapi karena keterbatasan biaya, pengobatan akhirnya dihentikan

Saat ini bayi Seh Ukur membutuhkan bantuan dari para dermawan, orang-orang yang mampu mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan kepada orangtuanya sehingga bayi Seh Ukur dapat melakukan perawatan yang tepat. Untuk informasi tentang laporan hasil Radiologi Seh Ukur dan dokumen-dokumen pendukung lainnya, Anda dapat melihatnya di link berikut ini:

http://www.flickr.com/photos/19981631@N07/sets/72157624400348405/

Bagi yang berminat membantu bayi tersebut, terutama yang berdomisili di Sumatera Utara bisa langsung datang ke Alamat rumah mereka di Perumahan Bukit Lawang Indah (Eks Banjir Bandang) Blok I No. 3.

Atau jika ada dermawan yang berniat membantu, bantuan bisa dikirimkan melalui rekening :

Yayasan Orangutan Sumatra Lestari,
BNI Syariah Cab, Medan,
NOREK : 009-2757-983.

Related posts

Next Page »