ASUS Foundation Sumbang 16 Laptop untuk Mobile ADOC – OIC
Guys… Apa kabar? Semoga semua dalam kondisi sehat dan semangat menjalani hari-hari yang semakin tak menentu di Republik ini :P Walaupun tak menentu, tapi salut dengan perjuangan Tim Merah Putih yang berhasil melaju ke babak semifinal AFF Cup 2010. Semoga tidak hanya sampai semi final, namun berhasil masuk final dan jadi juara… Sehingga semua bola mania Indonesia akan berkata “Akhirnya…” Hehehe… ;)
Oiya kali ini aku bukan mau ngomongin tentang bola, tapi hanya ingin menginformasikan sebuah berita terkait dengan pekerjaanku sebagai seorang pekerja sosial (NGO/ORNOP) di Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC). Kebetulan saat ini aku mendapatkan kepercayaan untuk memanage sebuah program yang bernama Conservation and Digital Opportunity Centre (CDOC) dan program ini baru saja mendapatkan bantuan dari sebuah lembaga yang bernama ASUS Foundation untuk mendukung kegiatan mobile CDOC.
OK tanpa banyak berbasa-basi berikut rilis yang aku buat untuk dipublikasikan di beberapa media masa lokal terkait dengan pemberian sumbangan dari ASUS Foundation tersebut. Cekidot guys…
—————————————————————————
Asus Foundation melalui program APEC Digital Opportunity Center (ADOC) menyumbangkan 16 buah laptop kepada Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) untuk mendukung Program mobile ADOC/CDOC yang telah berjalan sejak Januari 2010.
Bertempat di Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala, MoU antara ADOC, Unsyiah dan OIC berlangsung pada hari kamis, 2 Desember 2010 yang lalu. Seremonia berlangsung singkat dan dihadiri oleh berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan penandatanganan kontrak kerjasama ini.

- Penyerahan Laptop dari ASUS Foundation Secara Simbolis kepada Perwakilan dari Unsyiah dan OIC
Hadir dalam penandatanganan kontrak kerjasama ini, antara lain Prof. Darni M. Daud, Rektor Universitas Syiah Kuala, Ms. Diana Hai-Yen Sai, Managing Director of ADOC Secretariat, Institute for Information Indutsry Taiwan, Ms. Ivy Lee, Chief Operation Officer, Asus Foundation Taiwan, Panut Hadisiswoyo, Founding Director YOSL-OIC, Prof. Samsu Rizal, Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala, David Dellatore, Scientific Director YOSL-OIC, Mr. Samuel Ko, Assistant to the Representative Taiwan Economic and Trade Office (TETO) Jakarta dan Mr. Wei-Ping Jia, CEO Bamboo Community University Association (BCUA) Taiwan. Sementara penandatanganan MoU ini sendiri dikoordinir oleh Taufik Fuadi Abidin, Ph.D, Ketua jurusan Program Studi Informatika Universitas Syiah Kuala dan Mr. Jose Chen, Project Manager Institute for Information Industry Taiwan.
Program mobile ADOC/CDOC sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program CDOC, yaitu program yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Leuser terutama para pemandu wisata untuk mengembangkan ekowisata melalui media teknologi informasi, memberikan pelayanan pusat pelatihan teknologi informasi dan publikasi online tentang TNGL bagi masyarakat lokal di sekitar Bukit Lawang dan Tangkahan. Selain itu CDOC juga berfungsi utama sebagai pusat informasi konservasi bersama-sama dengan masyarakat lokal dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang arti pentingnya TNGL, konservasi dan ekowisata yang berkelanjutan.
Sampai saat ini program mobile CDOC telah menjangkau 17 dusun di beberapa desa yang lokasinya berada di sekitar/berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Untuk waktu yang akan datang mobile CDOC juga akan mengunjungi komunitas lainnya yang berada di wilayah Aceh.
Dalam setiap kunjungannya mobile ADOC/CDOC melakukan beberapa kegiatan utama, yaitu:
- Menyampaikan informasi tentang pelestarian Orangutan Sumatra dan pentingnya melindungi Orangutan dengan salah satu cara menjaga kawasan hutan khususnya TNGL.
- Pemutaran Film konservasi dan lingkungan.
- Memberikan informasi tentang penggunaan komputer dan internet kepada masyarakat serta menginformasikan tentang keberadaan pelatihan komputer dan internet gratis di dua lokasi CDOC yaitu Bukit Lawang dan Tangkahan.
- Melayani perpustakaan keliling dan pemberian buku Orangutan kepada masyarakat di desa tersebut.
- Kunjungan ke Sekolah terdekat yang ada di sekitar lokasi tujuan.

- Dokumentasi kegiatan Mobile ADOC/CDOC-OIC

- Dokumentasi kegiatan Mobile ADOC/CDOC-OIC

- Dokumentasi kegiatan Mobile ADOC/CDOC-OIC
Dengan sumbangan 16 laptop dari ASUS Foundation ini, maka mobile ADOC/CDOC diharapkan dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dengan jangkauan operasional yang lebih luas lagi, sehingga pesan-pesan penting dalam hal penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup, khususnya TNGL dan juga pelayanan teknologi berbasis informasi dan komunikasi kepada masyarakat marginal dapat berlangsung dengan baik. Semoga!
PS: Rilis kegiatan ini sudah aku publish di Kompasiana. Berita terkait juga ada di Kompas Tekno
Ebook Agatha Christie: A Caribbean Mystery
Summary:
“Would you like to see a picture of a murderer?”, Jane Marple is asked by a stranger whilst on a luxurious holiday in the Caribbean. But before she has a chance to answer, the man clams up and abruptly changes the subject, only to be found dead the next day. But what happened to the photo? Why is the hotelier prone to nightmares? Which guests are hiding secrets from their pasts or are not being forthright about their identities? And will Miss Marple be able to prevent the next murder?
Read more by downloading the ebook
Ebook Agatha Christie: 4.50 from Paddington
Major Themes of this novel:
This book has Miss Marple give voice to Agatha Christie’s view on the death penalty when she remarks, “I am really very, very sorry that they have abolished capital punishment because I do feel that if there is anyone who ought to hang, it’s Dr. Quimper.” In fact, capital punishment was not finally abolished in Britain until 1969 (1973 for Northern Ireland), but there were many periods, of one to five years’ length, when the death penalty was temporarily suspended by the Government while Acts of Parliament for abolition were pending. One of these “temporary abolitions” happened in February 1956 but ended in July 1957. So, the death penalty was in moratorium when Christie wrote 4.50 From Paddington but it was active again about the time the book came out.
The characters that exist on this novel was:
- Jane Marple – the detective, protagonist
- Lucy Eyelesbarrow – Miss Marple’s proxy at the Hall, serving as housekeeper-cum-spy
- Elspeth McGillicuddy – the witness to the murder, a friend of Miss Marple’s
- Luther Crackenthorpe – elderly widower and owner of Rutherford Hall
- Cedric Crackenthorpe – Luther’s son; a painter and lover of women
- Harold Crackenthorpe – Luther’s son; a cold and stuffy banker
- Alfred Crackenthorpe – Luther’s son; makes his living as a sort of genteel con artist
- Emma Crackenthorpe – Luther’s daughter who lives at home and takes care of him
- Brian Eastley – husband of the late Edith Crackenthorpe, Luther’s daughter
- Alexander Eastley – Edith & Brian’s adolescent son
- John Quimper – Luther’s doctor
- Dermot Craddock – Detective-Inspector from Scotland Yard (and godson of Sir Henry Clithering of A Murder is Announced and The Thirteen Problems)
This novel has been adapted into TV serial, Film and Theathrical adaptations. If you want to read this novel more, I have the ebook and I want to share it with you. Download the ebook









































