Seh Ukur “Bilqis” dari Bukit Lawang, Butuh Bantuan Kita…

- Bilqis Anindya Passa, bayi penderita atresia bilier, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (10/4/2010) setelah dirawat sekitar dua bulan di RSUP dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah.
Guys… Pernah mendengar nama Bilqis? Mungkin kita masih ingat seorang bayi perempuan bernama lengkap Bilqis Anindya Passa, balita penderita atresia bilier yang akhirnya meninggal dunia, setelah dirawat intensif selama sekitar dua bulan di RSUP dr. Kariadi Semarang.
Well, kali ini aku ingin menyampaikan tentang ditemukannya kasus yang sama dengan Bilqis, yang dialami sebuah keluarga di Kawasan Perumahan Eks-Banjir Bandang Bohorok, BukitĀ Lawang, Langkat, Sumatera Utara. Bayi perempuan cantik yang bernama Seh Ukur, putri pasangan Sada Kata dan Usman yang baru berusia 10 bulan ini memiliki berat 9,4 kilogram dan tonjolan di perut yang sangat besar. Sangking besarnya, Seh Ukur terlihat sangat kesakitan yang ditunjukkan dengan tangisannya.
Kulit bayi Seh Ukur tampak menghitam dengan bola mata berwarna kekuningan. Karakteristik fisik ini sangat tidak lazim pada bayi normal di usia 10 bulan. Ketika seorang teman mengambil gambar bayi ini di sebuah klinik di kawasan Bukit Lawang yang dikelola oleh Bidan Nerli, mimik wajah bayi Seh Ukur menyiratkan teriakan kecil rasa sakit yang tidak dapat diungkapkan.

Bayi Seh Ukur "bilqis" Bukit Lawang
Bayi Seh Ukur sudah beberapa kali masuk Rumah Sakit di kota Medan, namun karena keterbatasan biaya, orangtua bayi ini, pasangan Sada Kata dan Usman tidak dapat melanjutkan perobatan di Rumah Sakit. Dari data hasil pemeriksaan USG Liver + Spleen + Ginjal + GB. Kesimpulan Radiologis terakhir yang dibuat pada 5 Maret 2010 lalu di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik, Medan Oleh Dr Lubis Syaifudin SpRad. menyatakan bahwa “Hepatosplemonegali, tidak tampak SOL + Dilatasi traktus billier intrahepatik. Kedua ginjal baik, tidak tampak bendungan, batu maupun SOL. Gall blader tidak tervisualisasi.”
Terus terang aku nggak paham apa maksud dari kesimpulan radiologis yang dokumennya aku baca dan lihat langsung, namun yang pasti bayi Seh Ukur telah menderita penyakit ini sejak usia tiga bulan, dan sejak itu pula orangtua bayi Seh Ukur melakukan usaha-usaha pengobatan. Tapi karena keterbatasan biaya, pengobatan akhirnya dihentikan
Saat ini bayi Seh Ukur membutuhkan bantuan dari para dermawan, orang-orang yang mampu mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan kepada orangtuanya sehingga bayi Seh Ukur dapat melakukan perawatan yang tepat. Untuk informasi tentang laporan hasil Radiologi Seh Ukur dan dokumen-dokumen pendukung lainnya, Anda dapat melihatnya di link berikut ini:
http://www.flickr.com/photos/19981631@N07/sets/72157624400348405/
Bagi yang berminat membantu bayi tersebut, terutama yang berdomisili di Sumatera Utara bisa langsung datang ke Alamat rumah mereka di Perumahan Bukit Lawang Indah (Eks Banjir Bandang) Blok I No. 3.
Atau jika ada dermawan yang berniat membantu, bantuan bisa dikirimkan melalui rekening :
Yayasan Orangutan Sumatra Lestari,
BNI Syariah Cab, Medan,
NOREK : 009-2757-983.
Related posts
Quo Vadis Komunitas Blogger Sumut???
Guys… Bergabung dalam sebuah komunitas blogger merupakaan sebuah pengalaman yang menyenangkan. Tambah kawan - tambah saudara, tambah juga pengetahuan tentang ngeblog dan segala hal lainnya yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan blog. Tidak hanya itu, hal-hal lain berupa pengetahuan dan pemahaman yang “jauh” dari dunia blog pun bisa didapat saat kita kopdar dan berdiskusi dengan teman-teman blogger yang berasal dari background yang berbeda-beda. Yang jelas sangat banyak hal positif yang aku dapatkan ketika aku masuk dan terlibat dalam komunitas blogger yang namanya Blogger Sumut.
Namun melihat perkembangan yang terjadi dalam Blogger Sumut beberapa bulan belakangan ini, sepertinya tidak berlebihan jika aku bertanya “Quo Vadis Blogger Sumut???”. “Masih mampukan visi dahsyat +++ MENDUNIAKAN SUMATERA UTARA +++ yang diikuti dengan misi dan strategi komunitas tetap menjadi motivasi untuk mengaktualisasikan diri kita melalui blog yang kita miliki dan melalui blog, milis serta forum yang komunitas kita miliki? Pertanyaan ini tidak hanya kutujukan kepada teman-teman yang dulu sering mengisi hari-hariku dalam ajang kopdar namun juga kepada diriku sendiri yang ntah diakui atau tidak, masih terbeban dengan status kepengurusanku di Blogger Sumut.
Kalau aku tidak salah, beberapa bulan kedepan, tepatnya 8 Juni 2010 genap dua tahun komunitas Blogger Sumut berdiri. Aku memang tidak ikut menjadi pioneer dalam pembentukan komunitas ini. Awal mula aku “masuk” ke dalam komunitas ini setelah “secara tidak sengaja” nyasar ke Blognya Blogger Sumut yang pertama, masih menggunakan layanan blog dari Wordpress.Com. Ah terlalu panjang kalo harus diceritakan lagi. Lagipula tulisan ini dibuat tidak untuk ber-romantisme mengenang masa lalu :P
Nah to the point aja, melalui tulisan ini aku cuma mau mengingatkan para p e n g u r u s untuk segera mempersiapkan pertanggungjawabannya. Sesuai dengan kesepakatan bersama, periodesasi kepengurusan Blogger Sumut adalah 2 tahun. Dengan demikian maka 2010 ini kepengurusan harus diregenerasi dengan Blogger-Blogger lainnya yang akan meneruskan arak-arakan komunitas ini. Lagi pula hal ini menjadi sangat urgent untuk dilakukan karena “mayoritas” pengurus sudah tidak lagi bisa saling bertemu secara reguler karena kesibukan dan aktivitas masing-masing. Bahkan beberapa sudah “merantau” keluar Sumut.
Selain masalah pertanggung jawaban, mungkin kita juga masih harus memikirkan tentang agenda kegiatan yang mungkin bisa digelar menyambut 2 tahun berdirinya komunitas yang masih hijau ini… Ada yang punya saran, kira-kira kegiatan apa yang bagus dalam memperingati Dies Natalis yang ke-2 Blogger Sumut?
Related posts
Blogger Sumut BuBar!!!
Guys… Sedih rasanya menyampaikan kenyataan ini. Tapi mau bagaimana lagi, ternyata yang bisa ikutan dalam acara Blogger Sumut BuBar (Buka Puasa Bareng) hanya beberapa orang saja. Jarak, waktu, ketidaktahuan informasi dan sebagainya memang menjadi alasan bagi sebagian member Blogger Sumut yang berdomisili di Medan untuk bisa menghadiri acara Buka Bersama ala Blogger Sumut yang telah digelar mulai sore tadi sampai dengan pukul 10 malam. Yah namanya juga komunitas, siapa yang mau dia ikut. Siapa yang ga mau atau ga bisa, mungkin lain waktu bakalan mau atau bisa ikut :P









































