Kurikulum Kepemimpinan - Analisis SWOT
November 9, 2007 · Posted in Kepemimpinan · Comment
Pengertian
SWOT singkatan dari strength, weakness, opportunity, dan threat atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman.
SWOT singkatan dari strength, weakness, opportunity, dan threat atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman.
* Kekuatan merupakan hal yang positif yang sifatnya dari dalam/internal
* Kelemahan merupakan hal yang negatif yang sifatnya dari dalam/internal
* Kesempatan merupakan hal positif yang sifatnya dari luar/eksternal
* Ancaman merupakan hal negatif yang sifatnya dari luar/eksternal
Dalam merencanakan sesuatu misal rencana pribadi atau rencana organisasi, sering digunakan analisis SWOT untuk mempertimbangkan segala potensi yang timbul dan melihat segala kemungkinan yang ada. Dengan demikian, perencanaan akan menjadi efektif dan terukur.
Dalam merencanakan sesuatu misal rencana pribadi atau rencana organisasi, sering digunakan analisis SWOT untuk mempertimbangkan segala potensi yang timbul dan melihat segala kemungkinan yang ada. Dengan demikian, perencanaan akan menjadi efektif dan terukur.
Latihan
1. Bersama teman-teman Anda bentuklah suatu kelompok, kemudian bicarakan tentang perencanaan suatu acara, misalnya acara kesenian dalam skala kota. Gunakan analisis SWOT untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta kesempatan dan ancaman dari luar yang ada. Tuliskan analisis SWOT dalam diagram, dan presentasikan di hadapan kelompok lain.
1. Bersama teman-teman Anda bentuklah suatu kelompok, kemudian bicarakan tentang perencanaan suatu acara, misalnya acara kesenian dalam skala kota. Gunakan analisis SWOT untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta kesempatan dan ancaman dari luar yang ada. Tuliskan analisis SWOT dalam diagram, dan presentasikan di hadapan kelompok lain.
2. Gunakan analisis SWOT untuk merencanakan hidup Anda dalam 5 - 10 tahun yang akan datang. Apa kekuatan dan kelemahan yang Anda miliki, dan apa kesempatan dan ancaman terhadap cita-cita Anda tersebut. Tuliskan analisis SWOT Anda dan presentasikan di hadapan kelas.
Kurikulum Kepemimpinan - Networking
November 9, 2007 · Posted in Kepemimpinan · Comment
Business network
A business network can be defined as a group of people that have some kind of commercial relationship. It could be a boss-employee, buyer-supplier, colleague-colleague, etc.
An interesting approach is the one used by LinkedIn, openBC, IKarma, Wireless World Forum and ReferNet, in which the Internet is used to connect people with more than 1 degree of separation.
According to experts, business networking functions best when individuals offer to help others to find connections, rather than “cold-calling” on prospects themselves. Business networking can take place outside of traditional business environments. For example, public places such as airports, restaurants, and movie line-ups provide opportunities to make new business contacts if an individual has good social skills.
Networking consists of exchanging information and establishing personal connections. People network in many different settings: on the telephone, in hallways, in company lunchrooms, at professional conferences, at trade shows, company meetings, classrooms, lounges, hallways, elevators, airplanes, trains, busses, hotel lobbies and waiting rooms. Some networking is carefully planned and some just happens. Networking is friendly, low-key and essential in our complex society.
People network to: advance their careers, advance their own business, to increase their impact on the world and to improve their social lives. This discussion will focus on the first objective: career advancement. See Networking for details and examples.
* Phase 1: Preparation o Evaluating one’s career situation o Preparing one’s “Accomplishments File (AF)” o Preparing a résumé o Obtaining information and making contacts
* Phase 2: Basic Networking o Friends and family o Networking with alumni o Networking (cautiously) within one’s employing organization o Attending professional meetings o Participating in professional organizations
* Phase 3. Advanced Networking o Giving presentations o Publishing articles o Organizing a blog and/or a website o Arranging information interviews o Sending a broadcast letter o Using headhunters and employment agencies
* Phase 4. Continuing to Network
Entrepreneurial network
Entrepreneurs need different types of resources to start or improve their businesses (or projects). Having adequate human resources is a key factor for entrepreneurial achievements. Combined with leadership, the entrepreneurial network is an indispensable kind of social network not only necessary to run properly the business (or project) but also to differentiate the business (or project) from similars.
Depending on the business (or project) this social network may be composed of:
* specific lawyers,
* scientists,
* engineers,
* suppliers,
* government people or institutions,
* local partners,
* high skilled employees,
* clients or any other kind of social contacts that can make the entreprenuerial business (or project) successful.
Social network
A social network is a social structure made of nodes which are generally individuals or organizations. It indicates the ways in which they are connected through various social familiarities ranging from casual acquaintance to close familial bonds. The term was first coined in 1954 by J. A. Barnes (in: Class and Committees in a Norwegian Island Parish, “Human Relations”). The maximum size of social networks tends to be around 150 people and the average size around 124 (Hill and Dunbar, 2002).
Social network analysis (also sometimes called network theory) has emerged as a key technique in modern sociology, anthropology, Social Psychology and organizational studies, as well as a popular topic of speculation and study. Research in a number of academic fields have demonstrated that social networks operate on many levels, from families up to the level of nations, and play a critical role in determining the way problems are solved, organizations are run, and the degree to which individuals succeed in achieving their goals.
Social networking also refers to a category of Internet applications to help connect friends, business partners, or other individuals together using a variety of tools. These applications, known as online social networks are becoming increasingly popular.
Kurikulum Kepemimpinan - Perencanaan
November 9, 2007 · Posted in Kepemimpinan · Comment
Teori perencanaan management oleh George R Terry adalah POAC. Adalah kepanjangan dari Planning, Organiting, Actuating dan Controlling.
Planning adalah berawal dari tujuan apa yang hendak dicapai.
Organizing adalah pengorganisasian atau pengumpulan segala sumber daa potensial yang dimiliki.
Actuating adalah tindakan menggunakan sumber daya potensial tadi.
Controlling adalah pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan.
Contoh sederhananya:
Jika anda ingin pergi dari rumah ke pasar untuk berlanja.
Planning: Buat daftar item yang ingin dibeli, banyaknya dan waktu sampai di pasar.
Organizing: Siapkan tas belanjaan, uang, transportasi (motor, sepeda, angkutan umum).
Actuating: keluar rumah, naik sepeda/naik angkutan umum dari depan gang/cek kondisi motor anda pastikan uang terbawa, tas. Belanjakan uang anda sesuai daftar belanjaan, perhatikan waktu berbelanja anda.
Controlling: cek kelengkapan belanjaan, sisa uang untuk pulang, sepeda/motor anda, sampai dirumah tepat waktu dsb.
Terimakasih, semoga input yang tidak seberapa ini dapat bermanfaat.
Kurikulum Kepemimpinan - Public Speaking
November 9, 2007 · Posted in Kepemimpinan · Comment
Jika Anda merasa saat ini merasa malu atau enggan atau bahkan stress ketika disuruh bicara di depan publik, jangan khawatir, sepertiga penduduk Amerika juga merasakan hal yang sama. Public speaking atau berbicara di depan publik bagi sebagian orang merupakan hal yang berat dan sukar, bahkan jika perlu dihindari. Ada juga yang beranggapan bahwa public speaking bukanlah bagian dari jalan hidupnya, biarlah orang lain yang memang berbakat untuk menjadi pembicara yang melakukannya.
Apakah public speaking adalah persoalan bakat? Tidak. Setiap orang punya bakat yang sama untuk berbicara, tinggal bagaimana orang tersebut mengembangkannya.
Dapatkah orang yang pendiam/introvert menjadi pembicara yang ulung? Tentu saja bisa. Pendiam hanyalah soal pembawaan. Banyak pemimpin yang berpembawaan diam, namun saat berorasi berapi-api dan mampu mengobarkan semangat.
Kunci dari public speaking adalah latihan. Saat ini, mulailah berlatih untuk berbicara di depan kelas saat ada kesempatan. Dengan latihan dan memperbaiki diri terus menerus, maka kemampuan untuk dapat berbicara di depan umum akan semakin meningkat. Ingat! Jangan berputus asa atau gampang menyerah manakala Anda merasa bahwa pembicaraan Anda tidak/kurang bagus.
Kurikulum Kepemimpinan - Money Management
November 9, 2007 · Posted in Kepemimpinan · Comment
Uang merupakan sumber daya yang terbatas, oleh karena itu harus dapat dikelola dengan sebaik-baiknya. Dalam perencanaan diri ataupun organisasi dibutuhkan pengelolaan uang yang meliputi pemasukan dan pengeluaran.
1. Pemasukan : dari mana uang berasal, harus berasal dari sumber-sumber yang sah dan halal
2. Pengeluaran : ke mana uang akan dibelanjakan, digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang sesuai dengan tujuan kegiatan, baik diri pribadi maupun organisasi
Dalam menyusun pengelolaan keuangan, digunakan rencana anggaran pendapatan dan belanja (RAPB) sesuai dengan kurun waktu atau target kegiatan. Misalnya untuk suatu organisasi, perlu dilakukan pembuatan RAPB dalam satu tahun atau satu semester untuk kemudian dilaporkan dan dievalusi. Demikian juga dalam penyiapan suatu kegiatan, penyusunan RAPB sangat penting dilakukan, misal untuk menentukan posisi awal keuangan, mencari sponsor/sumber-sumber keuangan, dan menentukan kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa dilakukan dengan projeksi anggaran yang tersedia. Dalam penyusunan RAPB dimungkinkan adanya biaya tak terduga sebesar maksimal 10 persen dari keseluruhan anggaran, misalnya jika terjadi kenaikan harga barang.
Penggunaan keuangan harus dapat dikontrol sesuai dengan RAPB yang telah disusun. Dalam tingkat pribadi, orang dapat menyusun berapa pendapatan yang dia miliki, kemudian dari situ dapat ditentukan berapa banyak yang akan dibelanjakan dan berapa banyak yang perlu disimpan. Penyimpanan uang/menabung diperlukan untuk menjaga adanya kebutuhan-kebutuhan tak terduga di masa yang akan datang atau suatu kebutuhan yang nilainya cukup besar dibanding pendapatan. Dalam tingkat organisasi, kontrol dilakukan oleh bendahara selaku pemegang sekaligus penanggung jawab masalah keuangan. Dia yang berhak untuk mengeluarkan uang, dengan koordinasi dari ketua, untuk kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan tujuan organisasi. Pada akhir masa anggaran atau akhir kepengurusan, perlu adanya pembuatan laporan keuangan untuk dilaporkan kepada anggota.
Pada penyusunan RAPB suatu kegiatan, untuk menyiasati anggaran yang membengkak, biasanya dilakukan cara-cara sebagai berikut:
* Mengurangi pengeluaran, misalnya dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang prioritasnya lebih rendah atau efisiensi pengeluaran
* Menambah pendapatan dengan cara mengembangkan kegiatan yang dapat menambah keuangan dan sponsor
Susunlah rencana anggaran pendapatan dan belanja untuk suatu kegiatan yang Anda rencanakan bersama rekan-rekan Anda. Diskusikan dan tentukan dari mana pendapatan diperoleh dan ke mana uang akan dibelanjakan. Presentasikan di hadapan kelompok lain.







































