Calon Gubernur Sumatera Utara Pilihanku

April 2, 2008 · Posted in Hot News, Kepemimpinan, Sumatera Utara, Tokoh · 6 Comments 

Guys… Sebentar lagi masyarakat Sumatera Utara akan menggelar hajatan besar demokrasi, yaitu pemilihan Gubernur Sumatera Utara secara langsung. Hajatan yang akan dilangsungkan pada tanggal 16 April 2008 yang akan datang ini merupakan pemilihan Gubernur pertama kalinya yang dilakukan masyarakat Sumatera Utara. Banyak kalangan berharap agar hajatan ini dapat berlangsung aman, jujur dan demokratis mengingat beberapa pengamat politik dari bidang akademisi sudah beberapa kali mengeluarkan statemen berupa kekhawatiran akan terjadinya konflik horizontal antar sesama simpatisan calon Gubsu.

Diantara 5 Calon Gubsu yang sah, yaitu H.M. Ali Umri/H. Maratua Simanjuntak (Golkar), RE Siahaan/H. Suherdi (PDS, PKB, PIB, PBSD, PPD, PNBK, Partai Pelopor dan PNI Marheinisme), H.Syamsul Arifin, SE/Gatot Pudjo Nugroho (PPP, PKS, PBB, Partai Partior Pancasila, PKPB, PKPI, PSI, PNI Marhaenisme, PDK, PPDI dan PNUI), H.Abdul Wahab Dalimunthe/H.Raden Muhammad Syafi’i (Partai Demokrat, PAN dan PBR) dan pasangan Mayjen TNI (Purn) Tri Tamtomo/Benny Pasaribu (PDIP), aku sendiri dari sejak jauh-jauh hari telah menetapkan hatiku untuk memilih pasangan Tritamtomo-Benny Pasaribu atau yang ngetren dengan singkatan Tri-Ben.

Alasanku memilih pasangan Tri-Ben cukup Simple dan mudah-mudahan bisa dipertimbangkan juga oleh yang masyarakat Sumatera Utara lainnya. Aku memilih pasangan ini karena merekalah yang paling pantas. Tritamtomo akan mendidik masyarakat Sumut dengan ketegasan dan kedisiplinannya mengingat beliau adalah mantan Pangdam I Bukit Barisan dan Benny Pasaribu akan mensejahterakan masyarakat dengan latar belakang pendidikan Ekonomi Pertaniannya. Benny juga akan memanfaatkan link-linknya untuk memajukan Sumut mengingat beliau adalah mantan anggota DPR RI dan telah lama berkiprah di pusat.

Selain itu, PDI-P lebih solid dibanding partai-partai pengusung Calon Gubernur lainnya. Dengan catatan bahwa Tri-Ben harus merangkul Mantan Gubernur Sumatera Utara terdahulu yaitu Rudolf Pardede yang juga merupakan kader dari PDI-P, maka aku yakin pasangan ini akan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2008-2013. Sedangkan calon Gubsu lainnya menurutku tidak layak dipilih.

Abdul Wahab Dalimunthe dan Syamsul Arifin merupakan pengkhianat Partai Golkar. Rakerda Partai Golkar Sumut telah menetapkan Ali Umri menjadi Calon Gubsu dari Partai Golkar namun mereka tetap maju. Ini menunjukkan keserakahan mereka terhadap jabatan padahal Partai Golkar telah membesarkan nama mereka. Golkar tidak akan solid dan peluang Ali Umri akan sangat tipis karena suara Golkar akan pecah kepada 3 calon. Ini tidak bisa dipungkiri. Sedangkan pasangan R.E Siahaan dan H. Suherdi mungkin memiliki peluang tetapi track record R.E. Siahaan bisa dibilang buruk. Beliau adalah Walikota Pematang Siantar incumbent dan maju sebagai Calon Gubsu tapi bukan dari Partai yang mengantarkan dia sebagai Walikota, yaitu Partai Demokrat. Kenyataanya Partai Demokrat malah mencalonkan Abdulwahab Dalimunthe dan Raden Muhammad Syafi’i. Sebagai warga Pematang Siantar yang sedang kuliah di Medan, aku sendiri merasa beliau belum pantas menjadi Calon Gubsu mengingat baru kurang lebih tiga tahun memimpin Kotamadya Pematang Siantar dan belum menunjukkan prestasi yang signifikan untuk Pematang Siantar. Dengan kata lain aku menyatakan bahwa Calon Gubsu R.E. Siahaan adalah orang yang sangat opportunis dan belum layak didukung.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa dibaca oleh banyak masyarakat Sumut sehingga dapat menjadi referensi sederhana untuk menentukan pilihan Calon Gubsu dan Wagubsu yang akan dipilihnya pada tanggal 16 April yang akan datang. Kalau ada yang merasa terganggu dengan tulisan ini, ditunggu komentarnya dan mari kita beradu argumentasi tentang pendapat dan analisis masing-masing. Semoga berguna :)

Ebook Di Bawah Lentera Merah Soe Hok Gie

April 1, 2008 · Posted in Kepemimpinan, Tokoh · Comment 
Guys… Another good indonesian ebook for you. Buku tentang Sosialisme di Indonesia dalam pandangan Soe Hok Gie ini merupakan skripsi S1 beliau untuk menamatkan studinya di Universitas Indonesia. Dalam ebook ini kita bisa mengetahui sejarah tentang pergolakan-pergolakan yang terjadi di Indonesia dalam catatan Soe Hok Gie.

Kamu harus membaca ebook Di Bawah Lentera Merah Karya Soe Hok Gie ini. Silahkan download disini

Via Dolorosa: 14 Perhentian Yesus Sebelum Disalibkan

March 21, 2008 · Posted in Christianity, Kepemimpinan, Tokoh · Comment 
Guys… Paskah sebentar lagi tiba. Hari yang paling besar diantara semua hari besar Kristen. Waktu dimana kita bisa merenungkan segala tutur dan tingkah kita kepadaNya dan kepada sesama. Apakah kita telah menjadi lebih baik atau sebaliknya? Apapun yang terjadi tetaplah setia kepadaNya. Pasti kita semua masih diampuni dan diberkatinya.

Berbicara tentang Paskah, aku mau mereview sebuah artikel dalam Renungan Harian Manna Sorgawi edisi Edisi April 2007. Mudah-mudahan tulisan ini bisa mengingatkan kita semua sebagai umat Tuhan terhadap penderitaanNya kala itu:

Istilah “Via Dolorosa” berasal dari bahasa latian yang berarti “Jalan Penderitaan”. Via Dolorosa adalah sebutan untuk jalan yang dilalui Yesus di Kota Yerusalem menuju penyalibanNya. Rute Via Dolorosa dimulai dari pintu masuk St. Stephen atau Lion’s Gate, menuju ke arah barat melalui Kota Yerusalem lama sampai pada Gereja Makam Kudus atau Holy Sepulcher. Rute ini berdasarkan apa yang sudah diatur atau ditetapkan oleh orang-orang fransiskan pada abad ke 14. Namun orang-orang Byzantine memulai prosesi mereka dari atas Bukit Zaitun, berhenti di Taman Getsemani, masuk melalui Lion’s Gate ke Yerusalem lama dan terus berjalan sampai ke Gereja Makam Kudus.

Pada abad ke 8, dibuat 14 perhentian di sepanjang rute Via Dolorosa tersebut, mulai dari Lion’s Gate sampai ke Gereja Makam Kudus. Tempat-tempat perhentian itu dibuat untuk mengingat kejadian-kejadian penting yang dialami Tuhan Yesus sepanjang perjalananNya menuju Bukit Golgota. Dari keempat belas tempat perhentian yang dibuat, memang tidak semuanya sesuai dengan apa yang dituliskan dalam Alkitab, beberapa diantaranya berhubungan dengan tradisi dan tidak dituliskan dalam Alkitab.

o Perhentian 1, di mana Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus (Mark 15:15)
o Perhentian 2, di mana Tuhan Yesus mulai memikul salib (Mark 15:20b)
o Perhentian 3, di mana Tuhan Yesus jatuh pertama kali
o Perhentian 4, di mana Tuhan Yesus berjumpa dengan ibuNya
o Perhentian 5, di mana Simon dari Kirene memikul salib Yesus (Mark 15:21)
o Perhentian 6, di mana seorang wanita mengusap wajah Tuhan Yesus
o Perhentian 7, di mana Tuhan Yesus jatuh kedua kali
o Perhentian 8, di mana Tuhan Yesus menghibur wanita Yerusalem (Luk 23:27-29)
o Perhentian 9, di mana Tuhan Yesus terjatuh untuk ketiga kalinya

o Perhentian 10, di mana pakaian Tuhan Yesus ditanggalkan (Mark 15:24b)

o Perhentian 11, di mana Tuhan Yesus dipakukan di kayu salib (Yoh 19:18-19)

o Perhentian 12, di mana Tuhan Yesus meninggal (Mat 27:45-51)

o Perhentian 13, di mana Tuhan Yesus diturunkan dari salib (Luk 23:50-53)

o Perhentian 14, di mana Tuhan Yesus dikuburkan (Yoh 19:41-42)

Di setiap tempat perhentian dibangun gereja, biara atau ukiran yang berhubungan dengan peringatan setiap perhentian. Via Dolorosa mengingatkan kita akan penderitaan Yesus demi menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Ini sekaligus peringatan bagi kita bahwa ada harga yang harus dibayar ketika mengiring Yesus. Dia berkata “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus… memikul salibNya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23).

« Previous PageNext Page »