Temukan Nilai Politik Anda dengan #PancasilaInteractive

June 29, 2011 · Posted in Educational, Indonesiana, Kepemimpinan · 12 Comments 
Nilai Politik Adieska
Nilai Politik Adieska

Guys… Baru-baru ini telah diluncurkan Pancasila Interaktif, sebuah aplikasi online yang dipromosikan oleh seorang politisi muda Indonesia yang cukup aku kagumi, yaitu Budiman Sudjatmiko, yang merupakan kader dari Partai PDI Perjuangan.

Aku sendiri sering mendengar namanya ketika masih sekolah di STM Grafika Rawamangun dan tinggal di Jakarta sekitar medio 90-an saat-saat terakhir rezim Soeharto berkuasa dan saat Reformasi bergulir. Pada saat itu, Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dulu dibentuknya banyak melakukan aksi anti Soeharto dan membuat pemerintahan yang berkuasa cukup kewalahan menghadapi komunitas kecil radikal yang dipimpinnya itu.

Hanya sedikit memang yang kutau tentang beliau, namun itu sudah cukup membuat yakin dengan sosok yang satu ini, apalagi melihat track record-nya yang masih baik dan keberpihakannya terhadap rakyat kecil cukup jelas.

OK cukup cerita yang kutau tentang Bung Budiman, karena tulisan ini bukan tentang beliau, namun tentang aplikasi Pancasila Interaktif…

Lanjut… ;)

Oiya guys… Aplikasi Pancasila Interaktif ini dihost di situs spektika.com. Situs apakah itu? Well guys… Menurut about pagenya, Spektika atau Spektrum Informatika adalah wahana yang didedikasikan untuk mengolah dan mengekstrak informasi. Spektika didukung dan disponsori sepenuhnya oleh Bandung Fe Institute, sebuah lembaga penelitian kompleksitas sosial, yang telah banyak menghasilkan berbagai riset yang berkaitan dengan pengolahan dan ekstraksi informasi.

Aplikasi Pancasila Interaktif ini akan membantu kita-kita untuk menemukan posisi nilai politik kita secara cepat dan menarik. Peluncuran dari aplikasi ini pada bulan Juni 2011 didedikasikan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila ke-66. Selanjutnya Spektika juga akan mempersembahkan berbagai aplikasi pengolahan dan ekstraksi informasi lainnya.

Nah guys… Setelah mencoba aplikasi tersebut dan berdasarkan hasil yang disajikan, aku termasuk golongan yang memiliki nilai politik Progresif Etis Moderat yang penjelasannya adalah sebagai berikut: Read more

Oooh Anggota DPR…

April 6, 2011 · Posted in Indonesiana, Tokoh · 3 Comments 

Masterplan Gedung Baru DPR RI

Guys… Partai Demokrat seperti kita ketahui bersama sangat ngotot untuk meng-gol-kan rencana pembangunan gedung baru DPR. Namun faktanya saat ini ternyata masih ada 1 orang anggota mereka di DPR-RI yang menentang dan tidak sejalan dengan keputusan partainya tersebut. Walaupun belum pasti, namun feeling-ku berkata tidak hanya Roy Suryo tapi masih ada kader Partai Demokrat lainnya yang sebenarnya juga menentang keputusan partainya itu. Coba survei dan lakukan pendekatan hati nurani… Mosok dari 148 orang anggota DPR-RI dari Partai Demokrat hanya Roy Suryo yang waras dalam melihat kondisi kekinian bangsa ini? Huh..???

Aku tekankan, kondisi kekinian bangsa ini yang sedang menderita lahir dan bathin karena buruknya kinerja pemerintah dan kinerja DRP sendiri, ditambah lagi dengan banyaknya bencana alam yang masih terus hadir dan menimpa bumi nusantara…

Diantara jumlah 148 anggota DPR-RI dari Partai Demokrat minus Roy Suryo dan mudah2an pada hari2 yang akan datang akan bertambah lagi minus-minus berikutnya, menurutku yang paling tidak waras ya Ketua DPR si Marzuki Alie dan siapa lagi kalo bukan the one and only Ruhut Poltak Sitompul, si kutu loncat yang besar cakap :P Mereka berdua ini yang ngototnya luar biasa untuk menggolkan rencana pembangunan gedung baru DPR. Buta dan tuli apa kalian melihat kondisi kekinian bangsa ini? Huh…???

BUKAN DILARANG… TAPI DITUNDA DULU BOSS!!!

Selain anggota DPR dari Partai Demokrat, anggota DPR yang jumlahnya 560 orang dari partai-partai lainnya pun masih banyak yang sikapnya tidak jelas terhadap rencana pembangunan gedung baru DPR ini… Yang sudah jelas menolak hanya beberapa, diantaranya Budiman Sujatmiko (FPDI Perjuangan), Edhy Prabowo (Gerindra), Teguh Juwarno (PAN), Malik Haramain (PKB), Hasrul Azwar (PPP), Romahurmuzy (PPP), Hendra Singkaru (PAN), dan Eva Kusuma Sundari (PDI Perjuangan). Sepertinya kite perlu me-WHITELIST mereka untuk dipilih kembali sebagai anggota DPR pada periode yang akan datang jika mereka masih maju kembali sebagai anggota DPR… ;)

Oiya guys… Mengenai Blacklist dan Whitelist anggota DPR yang lebih pro kondisi kekinian rakyat dan bangsa, kayaknya OK juga ya kalo ada website yang me-list Anggota DPR dengan track record mereka masing-masing selama periode 2009-2014, mengingat anggota DPR periode ini kinerjanya paling buruk sepanjang sejarah bangsa dengan parameter produk Undang-Undang yang mereka hasilkan. Pada website tersebut, nantinya semua sikap akan terekam… Ketika ada kebijakan yang tidak pro terhadap bangsa dan rakyat, bagaimana sikap mereka? Jika menentang maka kita tambahkan 1 tanda bintang yang melambangkan prestasi baik. Lalu bagaimana jika ada kebijakan yang pro terhadap rakyat? Ya nggak usah ditambahkan apa2, itu kan memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab mereka toh…

Adakah website seperti itu guys? Atau adakah yang berminat merealisasikannya? Aku siap bergabung dalam tim tersebut jika memang ada yang berminat… ;)

OK guys… Last but not least, berikut sebuah pantun yang kukutip dari komentar seorang pembaca yang menyindir si Ruhut Sitompul, Roy Suryo (dikaitkan dengan kasus perdebatan dengan penumpang dan awak pesawat beberapa waktu lalu) dan secara umum semua Anggota DPR yang merupakan WAKIL RAKYAT pada berita Roy Suryo Tak Mau Tanggapi Ruhut di yahoo… Enjoy it… Hehehehe… :D

Ruhut sitompul otaknya tumpul
Mikirnya pakai dengkul
Yang kamu wakili makannya tiwul
Dasar semprul

Ruhut situmpul
Ngomongnya ngalor ngidul
Biar kelihatan anak gaul
Dasar bedul

Ruhut masuk demokrat
Bikin orang sekarat
Otaknya bejat
Dasar kutu loncat

Roy… aku kasihan padamu
Si Ruhut mengejekmu
Tabahkan hatimu
Semoga banyak orang mengenalmu

Roy… namamu
Di setiap pintu pasanglah namamu
Jangan lupa tulis jabatanmu
Agar orang takut padamu

Wahai wakil rakyat yang sombong
Waktu kampanye modal omong kosong
Waktu kampanye modal kaos oblong
Bikin rakyat bengong seperti sapi ompong

Wakil rakyat yang katanya terhormat
Ingin bangun gedung keramat
Agar bisa dikatakan hebat
Apa ngak tahu rakyatnya ga bisa beli obat

Indonesia Pusaka: Refleksi 65 Tahun Kemerdekaan RI

August 18, 2010 · Posted in Indonesiana · 8 Comments 

Guys… Pada kesempatan ini aku coba membuat refleksi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 65 (1945-2010) dengan membandingkan lirik lagu Karya Ismail Marzuki yang berjudul Indonesia Pusaka dengan lirik lagu ubahannya yang sering dinyanyikan oleh mahasiswa dan kaum reformis pada masa-masa awal reformasi hingga saat ini jika terjadi aksi-aksi demonstrasi, baik itu oleh mahasiswa, buruh maupun masyarakat. Selain membandingkan lirik lagu tersebut aku juga membuat ubahan lirik sendiri yang kusesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi di Repoeblik Indonesia sekarang ini.

Lirik-lirik dibawah ini kiranya dapat menyadarkan kita bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia harus segera diselamatkan. Pemilihan lagu ini dan beberapa versi lirik semata-mata sebagai media refleksi karena aku yakin alunan nada dan lirik lagu lagu ini sudah sangat akrab ditelinga kita setiap warga negara Indonesia.

Indonesia Pusaka by Ismail Marzuki

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff 1:
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff 2:
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

Video Indonesia Pusaka dibawah ini diambil dari Youtube, diciptakan oleh Seorang Vietnam yang mengagumi Indonesia…

ASLI MERINDING…

BANGKIT INDONESIA!!!

Pada masa awal reformasi 98 dahulu, lagu Indonesia Pusaka dengan lirik dibawah ini pertama kali aku dengarkan… Lirik lagu Indonesia Pusaka (Indonesia Tanah Air Beta/Indonesia Tanah Air Siapa) versi reformasi ini menggambarkan betapa Indonesia masih belum benar-benar merdeka…

Indonesia Tanah Air Siapa?
Katanya Tanah Air Beta
Indonesia Sejak ’45′
Janjinya Makmur, Sejahtera

Reff:
Nyatanya Kini Ku Sengsara
Petani Digusur Sawahnya
Rakyat Miskin dan Buruh Sengsara
Sampai Akhir Menutup Mata

Kita tentu tidak ingin quote ”Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” terus menerus terdengar sampai dengan tiba waktunya anak cucu kita yang menjadi generasi penerus bangsa ini…

Video Indonesia Pusaka dibawah ini diambil dari Youtube, diciptakan oleh Prissa, Gitaris wanita muda potensial Indonesia yang sudah sering menjadi featured player pada berbagai Band terkenal Indonesia.

Nah… Sedangkan lirik dibawah ini adalah ubahanku sendiri yang melihat kondisi kekinian bangsa Indonesia… Ini realitas yang sedang terjadi… Tidak bermaksud pesimis namun kiranya dapat mengingkatkan kita semua bahwa Indonesia adalah bangsa yang seharusnya besar namun tidak dibesarkan oleh bangsanya sendiri…

Indonesia Tanah Air Siapa?
Katanya Tanah Air Kita
Indonesia Yang Alamnya Kaya
Rakyatnya Masih Menderita

Reff:
Dan Kini Ku Makin Sengsara
Ibadah Pun Aku Tak Bisa
Korupsi Kian Merajalela
Entah Kapan Aku “Merdeka”

Video Indonesia Pusaka dibawah ini diambil dari Youtube, diciptakan oleh Doddy, I don’t know him but his Guitar skills is Brilliant! :)

Saat bangsa lain memuja-muja Indonesia… Sesama anak bangsa masih melakukan penjajahan kepada rekan sebangsanya sendiri.

Mari kita peduli terhadap sesama… Jangan biarkan kesenjangan sosial semakin menganga… Lawan Korupsi dan Kekerasan atas dalih Agama, Suku, Ras dan sebagainya… INDONESIA PASTI KAN JAYA!!!