Tanaman Perintis Restorasi Hutan
Penebangan hutan alam untuk digunakan sebagai lahan perkebunan dan pemukiman sudah sangat memprihatinkan. Kerusakan kawasan hutan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) mencapai 22.000 Ha (di Propinsi Sumatera Utara). Salah satunya akibat perkebunan kelapa sawit.
Restorasi hutan bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem dan kondisi hutan alam. Tentu sulit mengembalikan kondisi alami hutan di lahan yang telah kritis akibat perkebunan. Oleh karena itu dipilih beberapa bibit tanaman kayu yang cocok ditanam pada lahan kritis.
Beberapa tanaman kayu yang ditanam pada program restorasi TNGL antara lain sungkai, pulai dan bayur. Tanaman ini mudah dan cepat tumbuh pada lahan kritis, memiliki struktur tajuk yang baik sebagai penahan air hujan dan mengembalikan unsur hara tanah yang diperlukan untuk penanaman tanaman asli pada kawasan yang direstorasi.
Sungkai (Peronema canescens)
a. Ciri-Ciri Botani
Sungkai dikenal dengan nama daerah jati seberang atau kisabrang. Perbanyakan tanaman ini dengan biji atau stek. Tinggi pohon mencapai 20–30 m panjang batang bebas cabang mencapai 15 m, dengan diameter 60 cm atau lebih. Bentuk batang sungkai lurus dengan parit kecil, tetapi kadang-kadang bentuk batangnya jelek akibat serangan hama pucuk, kulit luarnya berwarna abu-abu atau sawo muda, beralur dangkal, mengelupas kecil-kecil, dan tipis. Kulit luar penampangnya berwarna kuning, coklat atau merah muda. Rantingnya penuh dengan bulu-bulu.
b. Tempat Tumbuh
Pohon sungkai banyak tersebar di daerah Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Tempat tumbuh di dalam hutan tropis dengan type curah hujan A sampai C, pada tanah kering atau sedikit basah dengan ketinggian sampai 600 m diatas permukaan laut.
c. Manfaat dan Keguanaan
Kayu sungkai dapat digunakan sebagai rangka atap, papan dinding, mebel, ukiran dan kerajinan tangan. Sungkai juga dapat diolah menjadi vinir mewah karena memiliki nilai dekoratif, kulitnya dapat digunakan sebagai dinding lumbung padi. Begitu pula daunnya dapat digunakan sebagai obat sakit gigi dan demam panas.
Pulai (Alstonia sp)
a. Ciri-Ciri Botani
Tinggi pohon bisa mencapai 40-50 m, dengan diameter mencapai 100 cm bahkan bisa lebih. Tumbuhan ini mempunyai banir serta berakar lutut, dengan batang bergalur , berwarna abu-abu sampai ke putih. Permukaan batang halus sampai bersisik, kulit bagian dalam sangat tebal dan halus, mempunyai warna orange sampai kecoklatan, granular, mempunyai getah yang sangat melimpah.
b. Tempat Tumbuh
Pulai ini banyak dijumpai di pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Tumbuhan ini biasanya tersebar di hutan rawa gambut, dengan kondisi tanah berpasir dekat dengan pantai, hutan rawa, serta dekat dengan sungai besar.
c. Manfaat dan Kegunaan
Kayu pulai cocok untuk ukiran, pembuatan peti, dan kayu lapis. Sedangkan getahnya bisa digunakan sebagai obat penyakit kulit dan kulitnya sendiri mengandung alkaloid untuk obat.
Bayur (Pterospermum javanicum)
a. Ciri-Ciri Botani
Pohon berukuran sedang hingga besar, tingginya mencapai 45 m dan berdiameter hingga mencapai 100 -120 cm, permukaan kulit batang halus, bersisik atau bercelah dangkal, berlentisel dan kulit bagian dalam berserabut.
b. Tempat Tumbuh
Tumbuh tersebar di hutan-hutan primer atau di hutan-hutan sekunder dan terutama pada pinggir sungai, pada tanah-tanah aluvial, dan tumbuh pada ketinggian 1400 m dpl.
c. Manfaat dan Kegunaan
Kayu Bayur dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kayu lapis, furnitur, perkapalan, jembatan, pulp dan kertas. Daun dan kulit batang yang banyak mengandung tannin dapat berkhasiat mengobati gatal-gatal dan disentri.
Comments
6 Responses to “Tanaman Perintis Restorasi Hutan”
Leave a Reply










































wah infonya pas dengan apa yang sedang saya cari untuk bahan penelitian! thanks banget
Berarti setiap perkebunan kelapa sawit yg ada di SUMUT akan membuat Hutan menjadi semakin sedikit ya?
btw, lagi hobi berkebun ya pra? :D
bagus buat ide penelitian gan..
bagus itu…
bagus itu
penebangan secara ilegal harus di musnahkan dulu,,,