Satu Diantara 100: an Introduction
Guys… Tiga hari yang lalu, tepatnya hari kamis, 4 September 2008 aku mendapatkan sebuah email yang terus terang agak membuatku shock sekaligus bangga. Email tersebut kudapat dari Kak Indah Juli. Inti dari email tersebut adalah memintaku menjadi salah satu dari seratus orang kontributor untuk sebuah buku yang berjudul “100 Blogger Bicara”. Biar lebih jelas, berikut ini adalah sedikit kutipan dari email yang dikirimkan oleh Kak Indah Juli tersebut:
To the point saja yah
Penerbit Gradien Mediatama dan komunitas Blogfam (www.forum.blogfam.com) berencana untuk membuat buku bertajuk “100 Blogger Bicara”.
Yang rencananya akan terbit pada momen Pesta Blogger 2008 dan juga Hari Blogger Nasional kedua tanggal 27 Oktober 2008.
Untuk itu dibutuhkan narasumber 100 orang blogger, salah satu diantaranya adalah Adieska.net. Kira-kira berkenankah Mulya menjadi narasumber untuk buku tersebut ?
Terus terang aku harus bolak-balik membaca email tersebut sampai 3 kali hingga akhirnya sadar dan paham betul akan apa yang Kak Indah Juli atau yang biasa menyebut dirinya dengan singkatan InJul itu mau coba sampaikan melalui email tersebut. Sumpeh… Setelah nyadar, aku kaget sekaget-kagetnya bercampur juga dengan perasaan senang dan bangga. Ya iyalah, masa ya iya dong… Durian aja dibelah, bukan di bedong… Gimana nggak senang dan bangga kalo seorang Mulyadi Pasaribu dengan blognya yang gado-gado nggak karuan gini diminta jadi kontributor untuk sebuah buku yang bertajuk “100 Blogger Bicara”! Tapi kemudian perasaan senang dan bangga itu berubah menjadi perasaan takut dan khawatir. Kenapa emangnya???
Guys… Seumur-umur belum pernah ada tulisanku yang terpublikasi dalam sebuah buku. Prestasi menulisku pun sangat jauh dari kata biasa atau bisa dibilang nggak ada apa-apanya. Prestasiku dalam bidang tulis menulis antara lain pernah membuat opini yang terbit di kolom Opini sepanjang setengah halaman di harian Sinar Indonesia Baru terbitan Medan. Aku sudah lupa waktunya namun yang jelas koran edisi tersebut masih terarsip dengan rapi di document folder yang ada di kamar kostku. Kala itu menyambut hari jadi kota Medan dan aku membuat opini tentang harapanku sebagai penghuni kota Medan. Judul tulisanku adalah “Medan Metropolis, Antara Harapan dan Kenyataan”. Tulisan tersebut kemudian aku ikutsertakan untuk mendapatkan Beasiswa dari Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (IKA-MM USU) dan puji Tuhan, aku berhasil mendapatkan beasiswa sebesar satu juta rupiah plus tambahan sebesar lima ratus ribu rupiah karena aku mau mempresentasikannya didepan pengurus IKA-MM USU. Itu saja…
Ya, hanya itulah prestasiku. Memang dulu ketika masih aktif di beberapa organ intra maupun ekstra kampus, aku sempat mengikuti berbagai jenis lomba karya tulis, baik ilmiah maupun populer, tapi tak pernah ada satupun diantara sekian banyaknya yang bisa membawaku menjadi pemenang. Artinya apa sih??? Artinya aku kog seperti nggak yakin bahwa kualitas tulisan yang akan aku kirimkan sebagai kontribusi untuk pembuatan buku tersebut layak untuk ditampilkan.
Selain itu, aku juga merasa satu diantara seratus orang yang akan menjadi kontributor pembuatan buku yang bertajuk “100 Blogger Bicara” itu merupakan beban yang sangat berat. Di Republik Indonesia ini menurutku sudah ada lebih dari satu juta blogger dan jika blogger-blogger tersebut diminta untuk menjadi kontributor, aku yakin banyak yang bersedia. Lagipula menurutku masih banyak blog2 lain yang mungkin lebih layak dijadikan sumber inspirasi daripada adieska.net. Aku tidak habis pikir dengan kenyataan ini sehingga setiap hari sejak aku mendapatkan email dari Kak Indah Juli tersebut, pertanyaan “Kenapa ya aku bisa masuk kira??? Siapakah yang merekomendasikan dan memutuskan list 100 orang blogger yang akan menjadi kontributor buku “100 Blogger Bicara” tersebut???” selalu menari-nari dalam pikiranku.
Ditengah kondisi sedang menyusun Skripsi yang belum beranjak maju alias masih jalan ditempat dan kehadiran job-job review yang masih setia menghampiriku untuk mendulang dollar dari dunia per-blogger-an ini, aku jadi rindu serindu-rindunya bingung sebingung-bingungnya membagi waktuku yang sangat terbatas untuk membuat tulisan sebagai kontribusiku dalam pembuatan buku “100 Blogger Bicara”. Bukan apa-apa guys… Besok, hari senin 8 September 2008 adalah deadline untuk menyerahkan tulisanku via email kepada Kak Indah Juli. So, mulai dari postingan ini, aku akan relly panjang untuk membuat postingan-postingan selanjutnya dimana intisari dari setiap postingan-postingan yang kuberi judul “Satu Diantara 100: …” merupakan tulisan yang akan kukirimkan sebagai kontribusi untukbuku “100 Blogger Bicara” tersebut. Mudah-mudahan aku sanggup membuatnya dengan maksimal dan tepat waktu.
Melalui postingan ini, aku meminta maaf jika belum membalas setiap komentar yang masuk dan berkunjung balas kepada setiap teman-teman blogger yang meninggalkan jejaknya di blog ini. Secepatnya aku akan membalas setiap kunjungan kalian jika sesuatu yang mendesak ini telah selesai kukerjakan. Wish me luck and happy sunday guys…
Related posts
Top Incoming Search for This Post:
Comments
2 Responses to “Satu Diantara 100: an Introduction”
Leave a Reply










































hahaha.. ikut seneng