Bagaimana Cara Kamu Memperlakukan Uang?

September 25, 2008 · Posted in Lingkungan 

Guys… Udah lama sebenernya mau buat postingan tentang ini. Yah… Melanjutkan aktifitasku dahulu yang “agak” sering membuat postingan-postingan berupa kampanye terselubung terhadap usaha untuk mengurangi konsumsi kayu. Kali ini bukan mau bagi2 ebook dengan harapan dibalik layar supaya publisher buku Indonesia mau menjual produknya dalam bentuk ebook atau mengajak kamu-kamu untuk menjadi blogger, tapi lebih kepada cara lain yang lebih nyata dan bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi konsumsi kayu. Caranya bagaimana? Well sebelum aku kasih tau caranya, terlebih dahulu aku mau kasih apresiasi buat AndiRich yang memberikan inspirasi sehingga postingan ini bisa tercipta. Huehehehe… Thanks yo bro…

OK langsung aja… Sesuai dengan judul postingan ini “Bagaimana Cara Kamu Memperlakukan Uang???”, dalam hal ini uang yang aku maksud adalah uang kertas dan bukan uang logam, ternyata mampu mengurangi konsumsi kayu untuk kebutuhan mencetak uang. Dengan demikian kamu ikut membantu menyelamatkan hutan dan memperbaiki daya dukung alam kita yang semakin dieksploitasi habis semenjak reformasi bergulir sehingga bencana datang silih berganti. Mudah2an kedepannya peringatan dari Yang Maha Esa itu bisa menyadarkan kita dan Pemerintah kita untuk lebih arif dalam memandang potensi hutan supaya hutan tidak hanya dilihat sebagai sumber uang, namun juga dilihat fungsi utamanya sebagai sistem penyangga kehidupan. Amin…

Back to the topic, beberapa waktu yang lalu Bang AndiRich a.k.a Kaboel bertandang ke Warnet tempat aku bekerja. Bang Andi ini termasuk yang rutin berkunjung ke Warnet. Minimal seminggu sekali bang Andi pasti dateng untuk sekedar say hi atau berdiskusi tentang online earnings, terutama paid review. Pada kesempatan itu bang Andi melihat bagaimana “ngasalnya” aku memperlakukan uang di laci billing warnet. “Uang kog di kruel-kruel kayak gitu… Katanya mau membantu kampanye Global Warming… Lagipula bagaimana uang mau dateng kalo kau memperlakukan uang kayak gitu”. Kira-kira seperti itu Bang Andi menyindir aku yang memperlakukan uang dari hasil billing warnet seenaknya saja. Hm… Terus terang kalimat yang dikeluarkan oleh Bang Andi itu sangat menohok sampai kedalam jiwa ini. Aku menyesal karena sebagai orang yang memiliki latar belakang pendidikan lingkungan, khususnya kehutanan dan lebih khusus lagi teknologi hasil hutan yang mempelajari tentang Pulp and Paper, seharusnya aku yang lebih sadar dan mengingatkan orang lain untuk memperlakukan uang kertas lebih baik lagi. Ini malah kebalikannya… Huh… Seharusnya nggak gitu… Ya iya dong… Masa ya iyalah…

Nah… Sejak saat dan mudah-mudahan sampai dengan masa yang akan datang aku akan mencoba konsisten untuk mulai memperlakukan uang kertas, entah itu uangku sendiri atau uang kas warnet atau entah itu rupiah atau dollar atau mata uang lainnya (berapapun nominalnya) dengan lebih “sopan” lagi supaya konsumsi kayu untuk pencetakan kertas berharga, termasuk diantaranya uang kertas bisa diminimalisir lagi kedepannya. Soalnya neh, uang kertas yang udah lecek-lecek atau rusak dan dicoret-coret itu akan dimusnahkan oleh BI. Dan sekedar sharing ilmu, kalo aku nggak salah inget salah satu materi dalam kuliah pulp and paper, untuk membuat kertas berharga, kayu yang digunakan bukan kayu sembarangan atau hanya bisa menggunakan kayu jenis tertentu saja dan proses bleaching “pemutihan” pulp atau bubur kertas yang menggunakan bahan-bahan kimia yang kurang ramah lingkungan namun bisa di-reusage dalam pabrik pengolahan pulp itu prosesnya lebih panjang daripada proses bleaching untuk pembuatan kertas HVS biasa.

Kalo kita melanglang buana ke beberapa negara seperti di Eropa dan Amerika, ternyata disana ada aturan bahwa setiap uang kertas yang lecek, tercoret atau rusak nilainya akan berkurang. Pantas saja disana orang hanya menggunakan dompet untuk tempat kartu-kartu sedangkan kalau memegang uang cash, mereka biasa menyelipkannya didalam buku atau jika memungkinkan, mereka tidak membawa uang cash sama sekali. Untunglah Indonesia belum menerapkan sistem seperti ini. Atau menurut kamu apakah sistem seperti ini perlu diterapkan juga di Indonesia guys??? Bayangkan saja jika kita punya uang 50ribuan yang tercoret atau lecek atau bahkan rusak berupa sobekan dan karena kondisinya seperti itu maka uang kertas tersebut hanya dihargai senilai dengan uang 20ribuan??? Ck…ck…ck…

So, bagaimana dengan kamu guys??? Apakah kamu sudah memperlakukan uang kertas dengan layak??? Jika belum, mari kita bersama-sama memperlakukan uang kertas dengan layak. Dengan memperlakukan uang kertas sebaik mungkin, kita juga telah berkontribusi nyata dalam usaha penyelamatan lingkungan dan secara “Tidak sengaja” kita juga mengundang rezeki dalam hal ini uang untuk lebih bersahabat dengan kita dan mau mengisi pundi-pundi kantong, dompet atau tabungan kita. Believe it or not, aku rasa ini masuk akal :D

I hope this post is useful and thanks for read it guys…

Comments

27 Responses to “Bagaimana Cara Kamu Memperlakukan Uang?”

  1. IFa on September 26th, 2008 12:53 am

    kalo aku biasa aja sih.. ndak pernah nyoret2in ndak pernah nglecek2in.. malah kalo ada uang yg kondisinya fresh from the oven.. aku simpen terus

  2. spydeeyk on September 26th, 2008 12:59 am

    thx mas.., bener2 ga pernah terpikirkan sebelumnya tentang masalah bergini-an.., thx alot.. :)

  3. andirich on September 26th, 2008 2:08 am

    heuawueahue… akhirnya dipostingkan juga tulisan ini. Sukses deh buat kampanye global warming. Btw uang billing udah diperlakukan dengan baik blum neh.. :D.

  4. inmyhand on September 26th, 2008 3:28 am

    ha ha ha ha…

    tuh duit yg di laci posisinya skrg dah gmn boss….

    dah rapi LOM …………..

    koaweoawkokowaekowaeowa

  5. ika on September 26th, 2008 9:31 am

    masuk akal kok, accountingnya pabrik ini udah ngalamin sendiri gara2 mau nuker dolar ke rupiah,,eh ada yang agak lecek langsung pihak money changer nya nolak :P . btw betul banget kita harus memperlakukan uang kertas dengan tidak semena-mena…

  6. nich on September 26th, 2008 10:11 am

    tapi bro, aku penasaran aja dengan informasi yang beredar (karena aku juga dapatnya hasil ngobrol-ngobrol gitu)

    katanya sih uang kertas kita, masih menggunakan materi dari luar (ntah Amrik atau negara mana) dan pencetakannya saja yang dilakukan di Jakarta sono.
    betul gak tuh?

  7. hawee on September 26th, 2008 10:57 am

    biasanya kalo dapet kembalian naik angkot, uang nya kucel semua

  8. thegands on September 26th, 2008 12:46 pm

    tips memperbaiki uang kusut dan lecek:
    - gosok dengan setrikaan dengan panas sedang… hehehehe… :mrgreen: dijamin tokcer lah…

  9. deny on September 26th, 2008 1:06 pm

    :D biar lecek and kusam yg penting nilainya. Kata mbah marijan ” Don’t judge a book by it’s cover”

  10. Nenad Mohamed on September 27th, 2008 12:25 am

    Wahh..terimakasih info seputar uangnya,Mas..
    Baru tahu nie kalo uang kertas yang udah lecek dan dicoret-coret ntarnya bakal dimusnahin sama BI… :)

  11. Adieska™ on September 27th, 2008 1:44 am

    @ Ifa: Bagus dong mbak… Pantesan rezeki ngalir terus ke mbak Ifa :D

    @ Spydeeyk: Huehehe… Aku juga nggak terpikir kalo nggak disindir ama bang Andi ;)

    @ AndiRich: Nah ini dia biang keroknya neh… Huehehehe… Mudah2an udah bang… Yang jelas lebih layak daripada yang kemaren2 dah…

    @ InMyHand: Ya udah la… Masa ya udah dong… Ananda aja mikola… Bukan Mikodong :P

    @ Ika: Iya mbak Kulkas… :P Nah udah ada yang sharing pengalaman tentang masalah ini kan…

    @ Nich: Kebetulan kemarin aku PKL di TPL bro… Sempat berdiskusi dengan beberapa pejabat sektor di site tarutung, kata mereka pulp produksi TPL atau biar lebih general, pulp dari hasil kayu Eucalyptus lah yang paling banyak digunakan untuk mencetak uang kertas berbagai mata uang di dunia.

    Yah mungkin ada betulnya juga bro… Soalnya pulp kan masih barang setengah jadi. Harus diolah lagi untuk jadi lembaran kertas yang siap dipakai atau dicetak. Trus materi mungkin termaksud juga plat dan tinta untuk pencetakan yang mungkin memang harus diimpor dari luar.

    Sebenernya Indonesia mampu dan teknologinya memadai. Tapi ntah kenapa Indonesia suka kali menjual berbagai barang itu setengah jadi. Orang luar tinggal memoles sedikit2 aja dan membrandingnya dan kemudian Indonesia harus membelinya lagi. Nggak cuma kertas. Hampir semua produk juga gitu… Yah… Inilah Indonesia kita bro…

    @ Hawee: Iya bro… Emang begitulah kondisinya :)

    @ The Gands: Wah tips yang jitu bro… :P

    @ Deny: Sepakat Den… Untungnya uang lecek di Indonesia masih dihargai sesuai dengan nominalnya. Kalo diluar kan lecek sedikit aja harganya berkurang loh Den…

    @ Nenad Mohamed: Huehehe… Thanks buat Bang Andi yang udah menginspirasiku :D

  12. agus on September 27th, 2008 4:31 am

    duitnya dbuat beli dinar emas aja..

  13. hakimtea on September 27th, 2008 5:43 am

    dulu si iya suka nyorat-nyoret uang kertas, udah lama banget…. sekarang sayang sama uang tapi uang juga gampang hilang… mungkin karena hasil dari review ya… heuheu

  14. okta sihotang on September 27th, 2008 3:46 pm

    ditukarkan ke bank aja klo dah lecek ;)

  15. papa deddy on September 27th, 2008 4:24 pm

    sebetulnya kampanye belanja di pasar tradisional sangat bagus karena membantu kaum kecil. Tapi masalahnya uang kembalian dari sana pasti lecek lecek.
    Lah kalo belanja di Supermarket malah kembalian kecil diganti permen
    Masak BI terbitkan nominal permen juga ???

    ada sedikit THR di hari lebaran pertama nanti

  16. HeLL-dA on September 27th, 2008 5:25 pm

    Sewaktu uang dari warnet bersamaku, aku memperlakukan mereka dg baik, tetapi entahlah jika sudah berada di tangan mereka…
    (Ceileee…)
    :D

  17. p3durungan on September 27th, 2008 8:21 pm

    GUBRAK, tahu soal bleaching segala… pasti orang teknik kimia yak….

  18. badoer on September 27th, 2008 11:14 pm

    kayaknya kampanye seperti ini kudu segera disosialisasikan, biar kedepannya bisa menghargai uang, apalagi dari hasil jerih payah sendiri.. semoga ini menjadi peringatan dan pesan buat saya untuk menghargai uang

  19. aha on September 28th, 2008 1:32 am

    wah kgpunya uang kertas.. he2 (kabur)

  20. SatoNa on September 28th, 2008 10:13 am

    wah.. kl memperlakukan uang sih.. dah layak banget.. pasti dimasukin dompet, ga pernah dilecek”in ato dicuci..

    tapi kl soal dihamburin.. ehem.. ngumpet deh.. :P

  21. ruben on September 28th, 2008 3:38 pm

    analisa yang mantappp yg tak pernah dipikirkan sebelumnya.. :D
    kayaknya aprah lebih cocok kerja di dunia Moneter nih
    daripada di dunia kehutanan hehehe,,,, :D

    akhirnya bisa juga buka blog aparah ini
    setelah sekian lama ngak bisa dibuka…

  22. mecozz on September 29th, 2008 11:15 am

    adapun bentuknya asal utuh, aq terima :D

  23. gus on September 29th, 2008 6:19 pm

    saya kadang merasa sudah lama banget yang namanya uang itu gak betah tinggal diwilayah kekuasaan saya. paling2 mampir bentar. sekedar numpang lewat. hehehe

  24. realylife on September 29th, 2008 8:37 pm

    bingung ni , ke sini aku mau cari duit atau cari logo bloggersumut ya ????

  25. parlin on September 29th, 2008 9:13 pm

    sama kita lae………….
    berantakan isi laci………….
    :D

  26. jimmy on October 3rd, 2008 12:41 am

    saya paling suka kalau uang disusun rapi.. hehe berarti saya sudah memperlakukan uang dengan baik ya? :D

  27. arwansp on October 3rd, 2008 11:22 am

    saya baru aja punya dompet untuk bisa nyimpen uang dg rapi di saku, sebelumnya…. tak uwel uwel thok… kata orang jawa he he …

Leave a Reply




  • Featured Post

    Ask2Link Rocks!!!

    Guys… Another great news I got from email today. Apaan lagi neh ceritanya??? Gileeee guys… 1 Link dihargai $12 per bulan untuk nampil di blog ini. Iya… Sumpeh… Linknya kudapat dari Ask2Link… Yeah… Ask2Link Rocks!!! Ga nyangka di Blog PR3 ini bisa laku ampe $12 per bulan untuk 1 link. Kalo nggak salah harga tersebut [...]

    Read more →
  • Most Viewed

  • Recent Posts

  • Recent Comments