Hillary, Contoh Pemimpin yang Siap Kalah
Guys… Pada memperhatikan nggak kalo postinganku akhir-akhir ini gado-gado banget. Huehehehe… Soalnya lagi kejar target karena hyperweb, si penyedia jasa domain dan hosting gratisannya blog ini beberapa hari yang lalu complain karena aku katanya malas posting. Jika ini terus berlangsung maka mereka akan mengambil alih blog ini. TIDAK!!! Aku belum rela kehilangan blog ini. Wkwkwkwkwkwkwk :P
Kebetulan tadi aku singgah ke blognya salah satu pendukung fanatik Partai Demokrat Amerika sono. Banyak perkembangan tentang Partai Demokrat (Bukan Partai Demokratnya SBY loh…) kubaca di blog itu. Ada beberapa gambar yang menarik dan membuktikan betapa demokratisnya kehidupan perpolitikan di negara Paman Sam itu. Mau liat gambarnya?
Gambar itu mengandung makna yang dalam jika dikaitkan dengan kondisi perpolitikan di negara kita tercinta. Gambar itu menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki calon-calon Pemimpin yang siap kalah. Sangat berbeda dengan kondisi perpolitikan di negara ini, dimana calon-calon pemimpin di negara ini sangat jarang yang siap kalah dan mau mengakui kekalahannya. Lihat saja kasus konvensi Partai Golkar pada Tahun 2004 yang lalu (Bukan berarti aku mendukung Golkar loh). Kemudian kasus-kasus Pilkada di berbagai daerah yang berlarut-larut karena yang kalah nggak mau mengakui kekalahannya dan mendukung yang menang. Huh…
Hillary Clinton mengakui kekalahnnya dan mendukung sepenuhnya Barrack Obama. Tidak hanya di bibir saja
Bahkan Bill Clinton selalu mensupport Obama pada setiap kesempatan dirinya diundang menjadi pembicara. Huebat!!! Ini baru namanya Pemimpin. Semoga Barrack Obama bisa menang dalam pemilihan Presiden Amerika yang akan segera berlangsung pada bulan November 2008 yang akan datang. Supaya Amerika bisa memiliki warna baru, yaitu bukan menjadi polisi dunia melainkan pengayom dunia
Oiya… sekalian mau kasih tau logo barunya Obama untuk kampanye
Popularity: 7% [?]
If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!


















































































June 29th, 2008 at 6:50 am
yah itulah bedanya negara maju dengan yang belum maju….
June 29th, 2008 at 9:54 am
saya belum mau support Obama… takutnya kayak mister Killer Bush, di awal kampanye pemilihan dia meneriakkan perdamaian namun setelah jadi president malah haus perang…
June 29th, 2008 at 4:04 pm
@ Jimmy: Negara kita belum maju ya om? Pantesan…
@ Hakimtea: Om ki2m… yang selalu berperang itu dari kubu Partai Republik. Kalo dari Partai Demokrat beda om
June 30th, 2008 at 10:34 pm
yap. bener banget. kita harus belajar dr hillary. meski terus melawan sampe akhir, dia tetep mengaku dan menerima kekalahan dg lapang dada. kalo di indonesia susah banget. makanya ribut mulu..