Mau Naikin Harga BBM Lagi??? Dasar Pemerintahan SBY (Sontoloyo Banget Ya…)
Guys… Tulisan ini akhirnya kubuat juga setelah lompat sana-lompat sini beberapa hari ini dan melihat banyak blogger yang mengangkat isu tentang rencana kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah dan katanya juga akan berkisar pada angka 30%. Bukan… bukan karena ikut-ikutan, tapi aku juga ingin mengungkapkan perasaan dan pendapatku melalui tulisan ini. Karena pada setiap blog yang kukunjungi, misalnya disini, disini dan disini, aku selalu meninggalkan jejak berupa komentar. Komentar yang menurut sebagian orang mungkin cukup keras.
Nggak habis pikir aku melihat pemerintahan SBY yang sekarang ini. Tim ekonominya kog seenak udelnya aja mau menaikan harga BBM ya? Masih ingat kan guys… Bulan lalu Tarif Dasar Listrik (TDL) baru naik… Sekarang mereka akan menaikkan harga BBM lagi??? Wah… Kejam… Sangat kejam… Atas dasar apa pemerintah kita yang tak tahu malu ini menaikkan harga BBM??? Halo Pemerintah… Sudahkan kalian melakukan survey daya beli masyarakat??? Sudahkan kalian menganalisisnya dan akhirnya berani merencanakan keputusan ini??? Use your mind… Use your brain… Use your heart oh Indonesian Government. Are you sleeping??? Look at the grass root. They’re dying soon if you make it real.

Pada sebagian blog yang kukunjungi itu, kadang aku kontra dengan penulis atau komentator lainnya. Seperti ada yang bilang bahwa ada spekulan yang bermain dibalik kelangkaan Minah, Migor, dll untuk menjatuhkan pemerintah. Wah… Super kontra aku kalo ada pendapat begituan.
Kalo ada spekulan yang bermain dibalik kelangkaan barang, maka yang seharusnya diperbaiki adalah fungsi pengawasan dan personal pengawasnya dong… Bukan malah menggelar operasi pasar-operasi pasar-operasi pasar. Tukang minyak pun tau kalo cuma itu yang dilakukan. Setelah itu apa strategi jangka panjang untuk mencegah supaya kejadian tersebut tidak berulang sehingga operai pasar tidak perlu dilakukan lagi??? Nothing… Nggak tau apa2 atau bingung Tim ekonomi Pemerintahan kita yang sekarang ini??? Menurut saya sih malas… F*ck… Padahal gara2 operasi pasar mereka, masyarakat berebutan, berantem, maki-makian, keinjek-injek, bahkan masuk rumah sakit. Sampe dirumah sakit dipersulit lagi… Wah… Sudah jatuh, tertiban tangga, diledekin dan diketawain orang pula… Ampun-ampun lah…
Sejak awal pengurangan subsidi BBM, katanya dananya akan dialihkan kepada bidang lainnya, misalnya kesehatan dan pendidikan. Mana buktinya??? Kog orang miskin yang udah sekarat masih mendapatkan perlakuan yang menyesakan di rumah sakit? Kog makin banyak anak yang putus sekolah. Mereka dijalanan, tidur diemperan, kadang makan-kadang nggak tergantung kebaikan orang, “ngelem”, Hopeless banget… Hey Mr. Government… You know it. You look it. But you just watch it. Sh*t…
Bantuan Langsung Tunai malah yang ditawarkan… Pembodohan… 100rb dikurangi potongan sana-sini per bulan itu solusi dari kalian ya pemerintahku??? Wah… Cuma cukup untuk makan seminggu aja tuh pak… Itu solusi dari pengurangan subsidi BBM ya pak??? Pada pinter banget sih kalian pak… Bagusan sekalian dikasih 5 juta per kk pak… atau kalo anggaran nggak ada 2 juta per kk pun baguslah pak. Bisa untuk modal… Bisa untuk usaha… Bisa mendidik dan menggairahkan masyarakat untuk mengangkat derajatnya sendiri. Kalo 300rb mah pak… Useless… Smart dong pak… Jangan oon…
Udah ah… Mau tunggu respon pemerintah. Mudah-mudahan ada yang nyasar kesini dan baca tulisan ini. Mudah-mudahan ini dianggap penghinaan kepada pemerintah atau dianggap usaha provokasi sehingga saya dianggap makar. Saya siap ditahan pak. Siap mati malah… Halah…
Oiya… Dengan sangat bangga dan yakin saya menyatakan MENOLAK RENCANA KENAIKAN HARGA BBM OLEH PEMERINTAH YANG TANPA DASAR DAN PERTIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN DAYA BELI MASYARAKAT. Banner diatas adalah tanda bahwa saya sangat menentang rencana tersebut. Oiya… kalo ada yang sering ketemu dengan Pak SBY dan Tim Ekonominya, bilang dapet salam dari saya ya…
Popularity: 27% [?]
If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!












































































May 10th, 2008 at 5:40 am
Keyword untuk kerusakan yang tengah melanda pemerintahan kita adalah hanya satu kata, “MORAL”. Moral bangsa tengah drop, tekanan darah naik cukup tinggi, di sana sini terjadi komplikasi. Apabila ada rumah sakit khusus untuk menyembuhkan penyakit “MORAL” tadi, barangkali 99,9% anggaran pemerintah seharusnya di gunakan untuk biaya perawatan penyakit itu saja dulu. Dengan demikian, penyakit lainnya yang sudah nyata ditimbulkan akibat “MORAL” rendah dengan HB hampir mendekati angka NOL diharapkan dapat sedikit membaik. Tapi, kalau hanya sedikit saja BAIKNYA, yang BAIK juga akhirnya tercemar lagi dan terus tercemar lagi. JADI KAPAN PENYAKIT MORAL ITU AKAN SEMBUH? Pikir dan segera lakukan perbaikan pada setiap DIRI masing-masing, khususnya bagi yang sudah di diteksi mengidap penyakit yang mengarah kepada kerusakan “MORAL”, terlebih bagi mereka yang tengah memegang tampuk kekuasaan, tetapi juga seluruh lapisan yang berada dalam dunia pelayanan masyarakat. SEDIHKAH ketika Anda melihat tulang-tulang iga saudara-saudara kita menyembul di balik baju kumal compang-camping mereka? JANGAN, jangan sedih. Tetapi berpikirlah secara SEHAT, itu semua akibat penyakit MORAL yang tengah menggusur akal SEHAT! Berobat & bertobatlah wahai calon-calon penghuni alam yang baru kelak, pilih-lah satu di antara dua: Syurga atau Neraka.
May 10th, 2008 at 9:55 am
makanya rakyat selalu turun demo itu ya gitu itu. sama sekali gak mikir rakyat. gak dilindungi malah di ekspoitasi kayak gitu. bbm naik khan jelas mempengaruhi sendi2 kehidupan yg lain khan? pemerintah kok gak mikir sampai segitu ya?ugh! bete.
May 10th, 2008 at 11:05 am
Kuncinya adalah pada mentalitas pemimpin pemegng kuasa palu. Bahkan mentalitas juga yang membuat bobrok bangunan di segala lini kehidupan. Utamanya pada tradisi korupsi! Tradisi ini sudah mengurat mendarah dan menjadi daging di Negeri ini. Konon pemangkasan korupsi dan penanganan secara optimal bisa menanggulangi semua permasalan subsidi.. .. || Calm down mas Adies. redakan emosi, minum segelas teh”reouter” dan mari berpikir lagi
||
May 10th, 2008 at 11:45 am
sontoloyo sih ngga dong mas…
mungkin biar terkenal akan kenaikan BBMnya aje kali…
May 10th, 2008 at 1:24 pm
Kalau menilai pemerintahan SBY ini Jadi ingat sebuah lagu “Kau yang berjanji kau yang mengingkari, kau yang memulai kau yang mengakhiri”. Maklum pemimpin yang sekarang khan Pengusaha, jadi dikit dikit naikin harga !!
May 10th, 2008 at 3:06 pm
Wih..parah jg ya..
Ya susah sih, kalo apa-apa dikorupsi..dana harusnya sampe 100%, tinggal 30%, sisanya masok kantong, ya mau gimana lagi kan :{
May 10th, 2008 at 10:38 pm
@ Boxlog: Iya betul banget om asep. Masalahnya ada di Moral. Tapi kenapa masyarakat juga nggak mau berubah om??? Kog orang yang itu2 aja yang kita pilih untuk jadi pemimpin di negeri ini. Nggak mau kita mencoba yang lain, yang baru, yang lebih muda.
@ Gadis Rantau: Iya mbak… Seharusnya tugas pemerintah mensejahterakan rakyatnya, eh ini malah semakin membawa rakyatnya kedalam lembah kekelaman (halah…) *Ikutan Bete :|*
@ Abiaz: Iya om abiaz. Sepakat. Korupsi aja yang dikencengin pejabat2 di negara ini. *Hati Panas Nih* Hm… Kayaknya nggak bisa calm down nih Om Abiaz… Dah membara nih…
@ Budi Meeong: Hm… Kalo bukan Sontoloyo apa dong mas??? Oh… SIALAN aja ya mas.
@ Eko: Lah… pas… pas banget tuh om Eko… Jangan pilih lagi ya PENGUSAHA-PENGUSAHA itu… Kalo ga salah ada dua orang yang basicnya pengusaha dan sangat mencolok di Pemerintahan sekarang ini ya om. Si Jarwo Kuat ama si Abudajjal Bakery… Huahahaha…
@ Michael Aulia: Bro… Kalo dah selesai kuliahnya di Aussie, balik ke Indo ya… Kita singkirkan Orang tua-Orang tua yang seharusnya sudah bertobat itu dari peredaran. Kita doain supaya mereka masuk ke “SUKAMISKIN” atau ke “SUKABUMI”
May 10th, 2008 at 11:21 pm
Siapa kira2 pemimpin baru yang lebih muda yah ?
Pusing jaman sekarang sama harga2 untung aja aku gak bunuh diri hihik BBM ? ah untuk cuma punya Ontel, ntar kalau BBM murah aku punya BMW
May 10th, 2008 at 11:23 pm
Siapa kira2 pemimpin baru yang lebih muda yah ?
Pusing jaman sekarang sama harga2 untung aja aku gak bunuh diri hihik BBM ? ah untung cuma punya Ontel, ntar kalau BBM murah aku punya BMW
May 11th, 2008 at 2:40 am
@ Bali Sugar: Hmmm… Kalo sekarang disuruh milih, aku lebih ke orang PKS mbak. Salut ma mereka. Bersih… Walaupun mungkin banyak nasionalis yang “nggak senang” dengan PKS yang dikhawatirkan akan… (Yah mbak ngertilah…). Kemenangan calon Gubernur dan WaGub mereka di Jabar dan Sumut membuka mata bahwa mereka solid. Tidak seperti partai2 yang lain yang selalu pecah jika dihadapkan pada “kursi panas”.
May 11th, 2008 at 4:13 am
Buat yang ngritik aku di blog asepsaepudin.com, ini jawabanku, kebetulan disitu komenku yang terakhir awaiting moderation dan aku tau om asep lagi berduka sehingga mungkin akan vakum ngenet selama beberapa hari. Ini yang aku tuliskan disana:
Maaf buat om asep dan yang lain… Buat yang nanyain apa yang sudah saya berikan sehingga saya layak mengkritik, silahkan lihat blog saya yang lama. Identitas tidak saya sembunyikan semua transparan nama saya Mulyadi Pasaribu:
http://rimbaraya.blogspot.com (Blog ini sudah tidak saya kelola lagi karena sempat vakum ngenet selama 1 tahun lebih sehingga kehilangan username dan pasword). Disini saya aktif di organ mahasiswa intra dan ekstra kampus.
Anda juga bisa lihat profil dan beberapa foto di friendster saya http://profiles.friendster.com/mulyadipasaribu (Kegiatan saya saat Tsunami Aceh dan di LSM Lingkungan Hidup. Mungkin belum seberapa tapi setidaknya >500 pohon sudah saya tanam)
Anda juga bisa kunjungi situs ini http://sylvaindonesia.tripod.com/Contact.html untuk memperkuat silahkan buka about pada blog saya dan lihat komentar dari senior saya Sofie.
Mungkin saya belum ada apa2nya dibanding dengan yang lain. Setidaknya saya sudah berkontribusi nyata, di lapangan, bukan hanya jadi blogger. MAYA… Mohon maaf kepada yang lain. Sekarang saya tanya sama saksi98 dan akuana yang ga berani nunjukkan identitas dan andi cihuy yang kerjanya cihuy aja. Mana yang sudah kalian lakukan???? Sehingga kalian layak mengkritik saya??? Kalo nggak ada yang bisa kalian tunjukkan, sekarang siapa yang beretorika aja??? Aku tantang kalian berdiskusi.
May 11th, 2008 at 6:00 am
Kasihan pemerintah x. Klo gak gitu, Indo gak bakal ada lagi. serius deh. mungkin tanah indo dijual ke negara lain. Seharusnya minyak udah naik dari taon 80-an. Tapi karena kita dipaksa “diam” dan dibuat “tenang” oleh pemerintah saat itu, jadi sekarang kita kelabakan.
Ya, mungkin mereka yang dulu2 sengaja berbuat “baik” agar tdk diprotes. Yo, sekarang mah kita berhemat dan gunakan produk DALAM NEGERI.
Yang tadinya suka belanja di MaLL, mending di pasar aja. Uangnya biar muter d orang INdo lagi, jangan d Bule-bule.
May 11th, 2008 at 1:40 pm
you go!!!
tapi semoga misah misuhnya bertanggung jawab *buat semua yang mulai misah misuh dimana mana* supaya tidak dipandang sebelah mata atau tidak dipandang sama sekali dengan sedihnya…
May 11th, 2008 at 2:13 pm
tapi ada satu yang sangat gw salut dari SBY. Permainan cantik! Tiap kebijaksanaan “brutal” atau keputusan “ndableg” yang dibikin pemerintah, umumnya bukan dia langsung yang turun tangan ngasih penjelasan…. Liat aja, selalu menteri-menterinya yang berhadapan ama pers, atau maksimal JK doang. SBY baru tampil kalo berhubungan dengan hal-hal positif doang… pinter cari muka menjelang pemilu ya? hehehe
May 11th, 2008 at 3:06 pm
maap deh kalo saya cuma bisa cihuy doang, karena tulisan http://asepsaepudin.com/2008/05/06/tanah-surga-dengan-kolam-susunya/#comment-364 saya buat dari sudut pandang saya sendiri agar tidak terlalu emosional dan bisa berfikir positif… kalo dibaca dgn santai tanpa emosi mungkin anda akan paham bahwa tulisan saya itu tidak sedang dalam rangka memojokkan siapapun… tapi kalopun ternyata tendensi yg dirasakan berbeda ya mungkin harus diluruskan kembali tujuannya…
maaf juga kalo saya tidak menganggap penting untuk menunjukkan kepada banyak orang kontribusi nyata apa yg sudah saya lakukan sebagai warga negara dan mantan mahasiswa yang mudah2an tidak kehilangan idealisme, untuk apa? setelah semua orang tau apa saya langsung disebut sebagai orang hebat? setelah disebut hebat kemudian apalagi? NIHIL… cuma kepuasan kosong…
maaf juga, tantangan diskusinya saya tolak…. karena kalo diskusi cuma buat nunjukin siapa yg lebih pintar dari yang lainnya, sangat ngga bermanfaat buat saya… tapi kalo di-AJAK berdiskusi untuk membuat kita sama-sama pintar dengan prinsip saling mengingatkan, mungkin kita bisa arrange waktu yang tepat…
ok, CiHuY…..
May 11th, 2008 at 8:19 pm
Walah ga bosen2 nich naikin harga mulu!!
May 11th, 2008 at 8:52 pm
@ Tamrin: Nagapain juga kamu kasihan ama pemerintah??? Apa kalo harga BBM naik mereka ada kemungkinan ga makan atau ga bisa beraktivitas??? Nggak bro. Sekali sekali “turun” bro. Jangan cuma diskusi di kampus aja. Untuk masalah produk dalam negeri, saya sepakat.
@ Natazya: Bertanggung jawab seperti apa yang nona Nata maksud? Identitas saya jelas kog.
@ Ichank: Iya… Sok berwibawa. Jaim banget orangnya
@ Andi Cihuy: Anda emang super aneh. Bukannya anda yang minta dikomentar anda di http://asepsaepudin.com/2008/05/06/tanah-surga-dengan-kolam-susunya/#comment-364
“hello andi, tolong tunjukan kontribusi nyata… jangan sok moderat dengan orasi-orasi basi yang loe tulis diatas…” Kayaknya tulisan saya ini bukan orasi deh. Trus giliran saya tunjukin sedikit dari apa yang pernah saya lakukan anda bilang “maaf juga kalo saya tidak menganggap penting untuk menunjukkan kepada banyak orang kontribusi nyata apa yg sudah saya lakukan sebagai warga negara dan mantan mahasiswa yang mudah2an tidak kehilangan idealisme, untuk apa? setelah semua orang tau apa saya langsung disebut sebagai orang hebat? setelah disebut hebat kemudian apalagi? NIHIL… cuma kepuasan kosong…” Maksud anda apa sih? Kog kampungan banget? Komentar itu cuma saya tujukan untuk anda dan bukan untuk banyak orang, makanya saya terlebih dahulu meminta maaf di forum itu.
Trus anda juga bilang “maaf juga, tantangan diskusinya saya tolak…. karena kalo diskusi cuma buat nunjukin siapa yg lebih pintar dari yang lainnya, sangat ngga bermanfaat buat saya… tapi kalo di-AJAK berdiskusi untuk membuat kita sama-sama pintar dengan prinsip saling mengingatkan, mungkin kita bisa arrange waktu yang tepat…” Anda lah yang atur waktu… Anda kan super sibuk. Kalo saya sekarang lagi banyak waktu luang. Tinggal ngerjain Skripsi. Kapanpun saya siap. Oiya, jangan sampai menggangu tidur anda ya. Nanti anda kecapekan pula. Fisik anda kan nggak kayak dulu waktu mahasiswa
@ Pras: Iya bro. Bingung… Masa naikin harganya bertubi-tubi, tanpa ada dialog dulu lagi dengan masyarakat. Seenak udelnya, berdasarkan pendapat para pakar katanya… Pakar darimana? Pakar dari Hongkong???
May 12th, 2008 at 2:11 am
aduuuh…. pake bahasa apayah biar si adieska ini ngerti…
u need to know that ‘andi’ on that comment was reffer to ME… not to someone else…(atau jangan2 nama loe andi juga? mungkin disini salah pahamnya)
tarik napas dulu lah… tenangin pikiran…
o iya satu lagi, dengan bangga gw mengakui bahwa gw memang alumni IPB, dan dengan sadar menyatakan TIDAK AKAN DAN TIDAK MUNGKIN MEMPERMALUKAN ALMAMATER GW…
hahaha… semoga aja gw yg bodoh dalam hal ini, supaya punya semangat untuk terus menjadi pintar…
eniwey makasih… ini oke banget :
” Adieska said : Munafik… Baca2 lagi deh komenmu bro. Banyak kali ceritamu. Puisi aja kau besar2in. Pujangga narsis yang ga bisa melihat sekeliling dan sok idealis. Idelisme apa yang diajarkan dikampus selain keberpihakan kepada rakyat? Sok mantan aktivis.”
May 12th, 2008 at 3:15 am
@ Andi Cihuy: Nah… Ketauan sekarang kan bro. “Andi was reffer to me”. Aneh loe kan. Makanya gue suruh loe baca lagi deh komen lo.
Atau loenya udah nggak mau berdiskusi lagi ma gue ya bro? Ayo lah bro. Makin panjang diskusi kita makin asik. Biar elo inget masa2 loe jadi mahasiswa dulu di kampus.
Lagipula kalo emang reffer to Elo sendiri, kenapa loe nggak lurusin dari kemaren bro??? Aneh… Halah…
May 12th, 2008 at 8:10 am
first: tx ul tag-x
well yeah, i’ve wrote my opinion at duniavina. now, i’m still thinking what’s the real action we can do to help ‘the grass root’.
regard
-dbs-
May 12th, 2008 at 2:13 pm
kenapa ga gw lurusin dari kemaren?….. karena yg laen paham… dan cuma loe doang yang ga ngerti… itu pun gw baru tau setelah loe ngutip beberapa kali tulisan gw…. bahkan sebenernya gw dah ngomong beberapa kali untuk berfikir positif, dan gw sempet bilang kalo tendensinya terasa beda, tolong kembali ke tujuan…
makanya kalo baca pake hati jangan pake emosi…
May 12th, 2008 at 7:41 pm
@ Andi Cihuy: Bro… Sumpeh… Sampe gw ngebales komen loe kemaren, gw blum ngeh juga. Sori bro. Gw salah. Loe bener. Kalo aja gw bacanya lebih santai, tenang dan ga pake emosi, mungkin nggak akan ada energi dan pikiran yang loe abisin untuk ngeladenin gw yang emosian ini. Sekali lg sori bro. Soriiii bangeeeeeet. Dimaapin ya bro.
Oiya… Semoga cepet sembuh ya bro… and niatan loe untuk segera merit bisa terealisasi juga. Mudah2an semua lancar…
Sekali lagi maapin gw bro… Sumpeh lagi, malu banget gw ama loe bro. Setelah gw baca komen loe berulang-ulang, gw akhirnya ngeh juga and feel so stupid. Terserah deh loe mau bilang gw apa. Emang gw salah kog. PISS ya bro…
May 13th, 2008 at 9:54 am
Sabar, Dies! Sabar …
Orang sabar itu disayang Tuhan, dibenci setan, memang. Tapi nggak ada salahnya belajar sabar menghadapi kebebalan Pemerintah, kan?
May 13th, 2008 at 10:13 am
Ini sebenarnya salah satu dari sedemikian banyak PR yg harus di kerjakan oleh Pemerintah. Dari dulu yg sebagai net exportir of oil, negara kita yg bobrok ini sudah menjadi net importir of oil. Contohnya, di thn 2007, impor terbesar kita dari negeri Jiran Malaysia adalah oil. Sudah saatnya pemerintah memfokuskan untuk mencari dan membuat sumur bor baru yg produktif. Tapi, semua ini terkendala di peraturan2 yg rumit serta birokrasi kelas tinggi.
Gak bisa salahin pemerintah juga sih. Di satu sisi, kalau harga minyak di subsidi terus, Orang2 Indonesia yg korup ini menjualnya ke luar negeri? Minyak dinaikin, kaum bawah demostrasi.
Yg terpenting sih, beresin dulu deh penyakit utama di negara bobrok kita yg tercinta ini…. KKN di bersihkan dan otomatis, negara kita akan sedikit lebih nyaman untuk di tinggali
May 13th, 2008 at 2:14 pm
Bingung aku melihat masyarakat Indonesia jaman sekarang. Kog lebih membela yang kuat daripada yang lemah? Masyarakat itu dah sangat sengsara. Jangan dipersulit lagi untuk “bertahan hidup” dengan kenaikan harga BBM.
Yg punya blog ini pun jangan terlalu vulgar. Hati2 bisa aja ada BIN disebelahmu sekarang. Lanjutkan karya-karya nyatamu di lapangan. Tidak cukup hanya dengan tulisan di blog. OK kawan… Selamat berjuang
May 13th, 2008 at 4:28 pm
Ni yang punya blog geblek banget sih. Cape banget loe ngurusin yang beginian. Nggak ngaruh banget boy. Udah mau ancur negara ini. Biarin aja begini terus. Pada nggak nyadar si pemimpinnya yang tukang korupsi semua. Bencana dah dateng bertubi-tubi, masyarakat dah sekarat, eh pemimpinnya masih asik makan duit haram.
Saran gw nih… Bagusan loe sharing ebook2 lainnya. Lebih bermanfaat.
May 15th, 2008 at 12:04 pm
Perlu seorang presidan yang mempunyai keberanian yang luar biasa untuk mengambil keputusan ini. yang mungkin saja berisiko sang presiden bakal kehilangan popularitas, dan juga parpol yang mengusung beliau berkemungkinan juga akan kehilangan suara pada pemilu yad.
cari informasi yang banyak dan berimbang. beda pendapat itu biasa.
http://adinoto.org/?p=687
http://rafkirasyid.com/2008/05/14/jangan-tunda-lagi-kenaikkan-harga-bbm/
mungkin masih banyak yang lain dengan bermacam cara pandang mereka.
May 16th, 2008 at 3:26 am
@ Vina Revi: Iya ya mbak… Harus Sabar… Karena nggak sabar aku sempat salah paham juga dengan beberapa blogger
Padahal yang jadi “musuh” kan Pemerintah


@ Buruh, Nelayan, Masyarakat Miskin Kota: OK om… Aku coba lebih santun deh. Thanks dah mengingatkan
@ Kaum Papa: Terimakasih buat kritiknya
@ Wempi: Saya juga berkomentar di blognya Mas Adinata, “orang muda” yang maju jadi calon Walikota Bandung itu kan. PISS bro
May 21st, 2008 at 2:20 pm
“Sejak awal pengurangan subsidi BBM, katanya dananya akan dialihkan kepada bidang lainnya, misalnya kesehatan dan pendidikan. Mana buktinya??? Kog orang miskin yang udah sekarat masih mendapatkan perlakuan yang menyesakan di rumah sakit? Kog makin banyak anak yang putus sekolah. Mereka dijalanan, tidur diemperan, kadang makan-kadang nggak tergantung kebaikan orang, “ngelem”, Hopeless banget…” ini tulisan Anda.
Bung….apa hubungannya pengalihan subsidi dengan kwalitas pelayanan di RS? Putus Sekolah? Apakah Anda sendiri pernah mengadakan survey? kalo sekedar mencela sih banyak orang yang bisa.
Jujur aja, siapa sih yang pada berteriak keras-keras soal kenaikan BBM? orang-orang miskin?
Menurutku yg perlu terus dikejar sekarang adalah adanya isu bahwa minyak kita “katanya” diekspor semua ke luar negeri dengan ahrga yang bagus. Lalu utk kebutuhan dalam negeri kita, mereka (yg punya wewenang) mengimpor BBM dari luar. Mangkanya, ketika harga di pasar internasional naik, pastilah harga di dalam negeri juga akan naik. Sejauh mana isu itu benar? itu yang terus perlu kita minta keterangan ke pemerintah dan orang-orang berkompeten. Kita berhak untuk tahu itu, sebab dijamin kok sama UUD 1945 psl 28F.
May 21st, 2008 at 6:33 pm
@ Susan: Bung… anda baca semua tulisannya atau hanya baca yang itu aja? Itu realitas bung. Ada di depan mata bung juga bung… Cari tau dulu deh Bung subsidi BBM itu katanya mau dialihkan kemana. Pendidikan dan Kesehatan bung… Ingat bung… Orang miskin nggak teriak2 karena apa? Karena mereka mikirin bertahan hidup bung. Kalo mereka demon dan nggak kerja, mau makan apa mereka bung? Makanya orang2 yang seperti bung dan sayalah yang seharusnya meneriakkan keresahan mereka bung. Bullshit mereka nggak resah bung. Tanpa survey aku bisa menjamin bung… OK bung… Oiya bung… Nggak usah ngomongin pasal2 UUD ‘45 lah bung. Nggak ngaruh banget bung. Negara menjamin kesejahteraan tiap-tiap penduduk itu ada juga di salah satu pasal di UUD ‘45 bung. Nggak tau pasal berapa bung… Maaf bung aku bukan orang yang paham banyak tentang pasal-pasal bung. Aku cuma memandang dari sisi humanisme bung. Kebijakan yang “diperkirakan” akan membuat orang “mati kelaparan” atau “mati aktivitas” itu yang kutentang bung. Salam bung…
May 21st, 2008 at 7:19 pm
Aku tidak setuju jika BBM dinaikkan sekarang. Masih ada solusi lain. Kenapa tidak gaji PNS aja yang dipotong ? misal gaji PNS yang diatas 2jt dipotong sekian persen termasuk gaji presiden dan pejabat2 lainnya. Brani gak pemerintah lakukan itu ? Untuk menghindari subsidi yang hanya dinikmati orang kaya caranya ya pajak2 kendaraan khususnya mobil dinaikkan, dan pajak2 lain yang dipunyai orang kaya juga dinaikkan. Gimana kalo pajak itu itung2annya sekian persen dari pendapatan, jadi tidak pukul rata gitu.
Dan untuk menghindari spekulan2 BBM diperlukan pengawasan yang ketat. Walaupun luas kita harus bisa. Jangan tidak bisa dengan alasan luas! ampe kapan pake alasan itu ????
Dan untuk jangka panjangnya pemerintah harus mendirikan pabrik2,apa yang kita import harus segera dibuat pabriknya biar tidak import lagi. Apa yang kita export oleh pengusaha menengah kebawah harus kita buat pabriknya biar export lebih banyak lagi.
May 21st, 2008 at 8:28 pm
@ Vamivarendra: You got it bro. 1000% agree with you. Banyak solusi lain selain menaikkan harga BBM untuk saat ini. Kenapa nggak dicoba lebih dulu solusi2 yang lain itu. Ya nggak? Ini baru pemikiran yang sehat. Mengutamakan kepentingan orang banyak (rakyat), bukan nerimo2 aja apa yang diusulkan ama Pemerintah dengan segala macam alasan2nya.
May 24th, 2008 at 8:18 pm
Aku gak kuat beli .
Sekarang susah nyari bensin
May 26th, 2008 at 12:56 pm
ini kan beda dari Dwifungsi ABRI beberapa tahun yang lalu sama Dwifungsi Pengusaha yang sekarang lagi in, jadi Pengusaha MErangkap Penguasa, sama2 bahaya kok sumpe deh…:-)