Are Your Family Alive or Survive? I Miss U Father…
Guys… Asli bengong dan merenung ketika sekilas dan sepintas lalu membaca “quote” pada sebuah blog berbahasa inggris “Are You Alive or Survive?”. Damn right… Ternyata saat ini aku dan keluargaku belum betul-betul hidup. Kami masih belum bisa menikmati “alive” yang sesungguhnya. Kami masih pada taraf survive alias bertahan hidup…
Menurutku arti kata alive adalah bisa menikmati hidup. Bahasa sederhananya yang dapat dipahami mungkin Serba berkecukupan. Sedangkan aku dan keluargaku saat ini masih belum beranjak dari kondisi survive alias “gali lobang tutup lobang”. Seingatku dulu waktu jaman Diktator Alm. Soeharto sepertinya kami sempat mengalami yang namanya alive (Loh… Apa2an ini???).
Tapi emang kalo mau jujur, kesejahteraan keluargaku dan mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia lebih terjamin pada saat Orde Baru masih berkuasa. Ingat… Aku hanya membatasi pada kata kesejahteraan. Kala itu kami masih sempat menikmati yang namanya weekend bersama keluarga. Minimal sekali dalam sebulan setiap akhir pekan, kami pasti “jalan-jalan” ntah kemana. Ada canda, tawa dan kebahagiaan.
Kini atau tepatnya setelah reformasi bergulir sampai dengan saat ini, “harapkanlah” untuk bisa “jalan-jalan”. “Harapkanlah” untuk bisa sekedar tertawa lepas bersama-sama keluarga. Tiap awal bulan atau baru gajian, bukan tampang ceria yang kudapatkan pada wajah Bapak. Wajah tegar dan semakin keriput itu bawaannya lesu dan suntuk terus. Bahkan saat dia tertidur pun sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Ya… Sesuatu yang mungkin diidam-idamkannya. Aku hanya bisa menebak-nebak. “Sabar ya Pak… Aku berjanji bahwa pada masa tuamu, kau bisa betul-betul menikmati hidup dan tertawa ceria bersama Mama, kami anak-anakmu dan nantinya juga ada cucu-cucumu”. “Aku akan berjuang untuk kita… Aku ingin membawa kalian berlibur ke Disney Land atau Yerusalem… Hiks… :((“
Sejak empat tahun kebelakang atau tepatnya setelah aku memutuskan mencari kerja sambilan sekedar untuk tambahan “uang jajan” dan memutuskan untuk aktiv di beberapa organ mahasiswa, aku memang jarang pulang kampung dan bersua dengan keluarga. Aku selalu ingat setiap pulang ke rumah, Bapak pasti banyak bercerita tentang filosofi dan nilai-nilai kehidupan, budaya dan agama. Kalau ini yang diceritakannya, aku selalu senang dan bangga memiliki seorang Bapak seperti dia.
Namun kadang-kadang dia juga cerita tentang pekerjaanya. Kalau sudah cerita ini, pasti yang diceritakan nggak jauh dari seputar “korupsi” dan “ketidakadilan” yang dilakukan atasan dan Kadisnya di Kantor. “Aku dan beberapa teman yang cape ngerjain proyek dari A-Z eh… cuma dapat segini… Trus si ini, si itu dan si JS, Kadis Perindag Kota terbesar kedua di Sumatera Utara itu tanpa ada rasa bersalah selalu tega “potong atas”, mengambil bagianku yang cuma secuil… Padahal dah jelas bahwa bagianku nggak seharusnya segini tapi segitu dan itu untuk kiriman bulanan kalian”.
Hiks… Kalo Bapak dah cerita begini, bawaannya pingin nonjok itu Kadis yang bisa dibilang kelakuannya seperti “binatang”. Ya… “Binatang” yang berotak tapi tak bermoral. “Binatang” yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa mau tau keadaan bawahannya yang telah banyak membantunya selama ini. Seorang Bapak yang hanya tamatan SMA tapi memiliki skill yang luar biasa dan tidak ada duanya di tempatnya bekerja. Seorang Bapak yang bisa menginjak Negeri Sakura karena prestasinya. Seorang bapak yang telah mengabdikan dirinya kepada negara selama lebih dari setengah umurnya. Seorang Bapak yang gajinya tidak lebih dari 2 juta rupiah yang harus dibagi-baginya kepada seorang istri dan 5 orang anaknya namun ketika dia seharusnya bisa mendapatkan lebih, ternyata dia hanya bisa gigit jari dan harus terus bersabar karena atasannya mengambil haknya. Tidak adil…!!! Pemimpin kurang ajar…!!!
Kalau tidak salah tahun depan mungkin Bapak akan pensiun. Ya… Biarlah dia beristirahat dari pengabdiannya kepada negaranya yang masih kurang menghargai orang-orang berprestasi ini. Pantaslah kondisi negara ini semakin memprihatinkan… Biarlah keletihannya berlalu. Biarlah dia bersantai sejenak pada masa tuanya. Doakan aku dan anak-anakmu yang lain ya Pak… Mudah-mudahan bulan 7 atau paling lama bulan 10 ini aku sudah keluar dari kampus dengan bekal yang cukup sehingga mampu menghadapi dunia yang telah kau hadapi selama ini. Mudah-mudahan mulai tahun 2009 adalah awal dari kebahagiaanmu sampai dengan akhir masa hidupmu.
Mudah-mudahan juga masyarakat Idonesia tidak salah pilih pemimpin lagi. Ingat… Jangan pernah berpikir untuk memilih yang sekarang berkuasa lagi. Mereka sudah gagal. Kalo gagalnya cuma sedikit sih tak apalah… Tapi ini GAGAL TOTAL!!!. Lihat saja semua pejabat birokrasi di negeri ini mulai dari daerah sampai dengan ke pusat. Hanya secuil yang bisa menjabat karena prestasi. Sebagian besar dari mereka menjabat karena “uang” atau “hubungan keluarga”. Yang berprestasi justru lebih sering disingkirkan karena biasanya orang bersih dan tidak mau “kompromi” atau “main mata” dengan ketidakadilan. Semoga ini berakhir!!!
Comments
16 Responses to “Are Your Family Alive or Survive? I Miss U Father…”
Leave a Reply










































sepertinya aku bisa ngerti perasaan kau, Lae :-s
secara anak mudanya pun sering berhadapan dengan yang begituan (tapi gak mau main mata sama “keadilan”) .. hee,hee mungkin karena masih ada euforia mahasiswa, masih prinsipil banget hidup ini, ogah neko-neko :p
mungkin buat yang ngerasa ini cuma celotehan tak berbobot, aku cuma mau bilang:
mungkin korupsi yang dipelototi jangan yang cuma di birokrasi pemerintahan, mulai lah dari keseharian kita. urus tilang atau SIM jangan pakai calo, jangan mau “delapan-enam” di jalan, atau ngasih-ngasih pemulus.
ingat, kalau bukan kita yang mulai, generasi dibawah kita pun akan terlindas busuknya korupsi.
moga2 cepat dapet kerjaan yaaaa…
:)
hi adieska, ceritanya panjang bgt. pasti mengalir begitu saja ya.
seprtinya kalo ukuran kolom dipersempit akan memudahkan mata kita dalam membaca karena tidak kehilangan arah, ditambah lagi jika ukuran font ternyata cukup kecil mata kita bisa lelah. Mungkin posisi sebelah kanan dikurangi 3-4cm gitu gimana?
kayaknya kita sebagai mahasiswa juga sering melakukan korupsi, tanpa kita menyadari. korupsi waktu, korupsi nilai dan sebagainya. saat kita jadi pengurus senat, berapa kali kita selalu melihat ‘keuntungan’ dari suatu proyek senat kita, bagaimana kita bisa melakukan mark up agar dana senat bisa diminimalisasi untuk proyek yang sesungguhnya, sedangkan sebagian yang lain hanya digunakan untuk makan-makan atau jalan-jalan (well, ga semua senat seh, tapi saya pikir sebagian besar senat seperti itu). karena kebetulan sebagai mahasiswa kita cuman bisa memperoleh ‘keuntungan’ sedikit, makanya kita ga pernah ngerasa kalo kita juga sedang korupsi. nah para ‘mahasiswa’ inilah yang ke depan bisa menjadi pelaku-pelaku korupsi yang potensial. kalo masih jadi mahasiswa aja mereka uda begitu, apalagi saat jadi pejabat, di mana uang yang diolah lebih gede. jadi sebenarnya para pejabat itu dulunya juga mahasiswa yang anti korupsi juga (mungkin), tapi begitu sudah berkeluarga, semua bisa berubah. yah… semoga generasi selanjutnya tetap berpegang teguh dengan semangat ketika mereka menjadi mahasiswa.
Ternyata kita memiliki “masa lalu” yang sama waktu jamanya Soeharto.
Korupsi,
hmm.. karena terlalu sering denger, jadinya basi.
Karena udah basi, pemerintah semakin tidak takut2 lagi untuk berkorupsi.
Studi banding ke luar negeri, tapi bawa keluarga, liburan dan shopping.
Semua itu hasil korupsi.. korupsi..
Mereka tidak jera, tidak kapok. Sementara rekan2 mereka sudah menerima ganjarannya.
Sepertinya, KPK yang katanya mulai ditakuti oleh mereka ga bisa berbuat banyak. Buktinya.. masih banyak.. banyak.. dan amat banyak..
Korupsi sudah mendarah daging di negara ini.
@ Nich: Terimakasih buat pengertiannya. Yups… Semoga kita bisa sama-sama menjadi generasi yang lebih baik dari generasi yang sekarang jadi penguasa dan pengusaha :)
@ tc: Amin… Thanks ya mbak…
@ Antown: Hm… Bingung emang ngaturnya bro. Kadang di Opera dah paten kali. Eh di mozilla and IE masih ancur. Trus giliran di Opera dan Mozilla dah bagus, eh di IE masih ancur juga. Yo wes lah :D
@ Elmo: Gitu ya… Hm… Mudah-mudahan seperti harapan kamu juga deh :)
@ Munthe Ivonne: PAS Kali Bah… Tapi kalo tentang korupsi dah mendarah daging, bisa kita rubah kog. Asal hukum berjalan semestinya, pasti budaya korupsi luntur. Emang sih ga bisa dalam sekejap. Butuh keteguhan hati dan konsistensi dari semua eleman, termasuk kita. Sukses terus buat aktivitasnya :)
tenang aja selama kita bergatung pada Allah Bapa, kita tak akan kekurangan kok. Dan pengertian BBM bagi orang yg beriman kan BBM ( Berkat – Berkat Melimpah ) .GBU
kita punya cita2 yg sama dek: membahagiakan orang tua!
mudah2an cpt selesai kuliahnya ya. yang perlu diingat, lulus kuliah bukan berarti pembelajaranmu selesai. masuk dunia kerja itu gak gampang loh…
antara idealis dan realita sering bertolak belakang.
sow, keep on praying and trying hardly! biar cita2 sejalan dgn kenyataan.
be blessed
kakak barumu ^_^
he…he..kesal yah sama pemerintahan sekarang ? sama, aku juga :)
btw, kamu orang batak yah ?
hi..hi..aku boru sibarani, tapi pasti lebih tua dari kamu :D
*kangen papah di medan sana :(
papaku juga kemarin pas pulang titip supaya cepet lulus, supaya cepet mandiri, tapi beliau ga akan berhenti kerja sampai memang ga mampu lagi buat kerja! ah… love u pops even for all that been said and done…
oh ya! shit happens in life enivei… jadi mungkin yang menyebalkan seperti yang disebutkan diatas ya bagian dari kemenyebalkanan itu…
yah… just dont stop to try to be better… cuma bisa begitu, yeS?
Bro… terharu gw… gw juga nih belom bisa ngebahagian orang tua euy… Apalagi gw udah lulus dari kapan taun, ampe sekarang malah keadaan gw makin kacow. hehe… Btw, untung gw pas PEMILU putaran kedua 2004 lalu gak ikutan nyoblos (SBY dan Mega sama aja kali ya?)
ya begitulah zaman skrg…
yg sabar aja prah menghadapinya.. :D
ah… mantap kali lah tulisanmu ini pra.. ngalir dia.. sampe ikut awak tersentuh… :D
Jadi teringat jg ama among ku dihuta sana.. hiks.. hiks.. utangku blom kubayar bayar…. :(
janji pas dia ultah eh blom terpenuhi karna naiknya BBM… kebutuhanmakin maha… hiks.. hiks…
tetap semangat pra… dunia kerja menantimu… segera…. !!!
Emang kalo dipikirin gada habisnya. Ayo kita mulai perbaikan dari diri sendiri. Tetap semangat dan salam kenal!!
I have been exploring for a bit for any high-quality articles or blog posts on this sort of area . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this web site. Reading this info So i am happy to convey that I’ve an incredibly good uncanny feeling I discovered exactly what I needed. I most certainly will make sure to do not forget this web site and give it a glance regularly.
Aku bertanya-tanya sekarang jika kita dapat berbicara tentang statistik situs Anda – volume pencarian , dll , Saya mencoba untuk situs yang saya bisa membeli adspace melalui – beritahu saya jika kita bisa bicara tentang harga dan yang lainnya . Ceria pasangan Anda melakukan pekerjaan yang besar sekalipun.