Selamat Ulang Tahun Bumiku :)
Guys… Tahukah kamu tiga puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 April 1970 Hari Bumi untuk pertama kalinya diselenggarakan di Amerika Serikat. Kegiatan ini terselenggara atas prakarsa Senator Gaylord Nelson. Gagasan untuk membuat momen Hari Bumi dimulai sejak Senator dari Wisconsin ini menyampaikan pidatonya di Seattle pada tahun 1969. Isi pidato tersebut menuntut agar isu-isu kontroversial dimasukan dalam kurikulum resmi perguruan tinggi, dalam hal ini isu yang dimaksud adalah isu lingkungan hidup, dengan mengikuti model teach in yang telah dilakukan terlebih dahulu, yaitu mengenai isu anti perang. Gagasan Nelson tersebut mendapat dukungan yang mencengangkan dari masyarakat sipil. Dukungan ini terus membesar & memuncak hingga akhirnya diggelarlah peringatan Hari Bumi yang momental dan masih terus kita selenggarakan sampai hari dengan ini.
Pada saat itu jutaan orang turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Mereka memadati Fifth Avenue di New York dengan mengacungkan tinju kemarahan kepada para perusak bumi. Tidak kurang dari 1500 perguruan tinggi dan 10.000 sekolah berpartisipasi dalam unjuk rasa tersebut. Tiga kota besar menjadi pusat kegiatan ini, yaitu New York, Washington dan San Fransisco. Majalah Time memperkirakan sekitar 20 juta orang turun ke jalan pada hari itu, bersama-sama menetapkan “Hari Bumi” dan menyerukan protes untuk memulai sebuah “Revolusi Hijau”.
Dari keberhasilan gerakan Hari Bumi pertama kali pada tahun 1970 di Amerika, lahirlah berbagai kelompok besar pelestari lingkungan hidup, antara lain Environmental Action (di Washington, 1970), kelompok Greenpeace (kelompok pelestari lingkungan yang cukup radikal dan militan, lahir pada tahun 1971), Environmentalist for Full Employment (kelompok penentang industrialisasi, lahir tahun 1975), Worldwatch Institute (pusat penelitian dan studi yang mengumpulkan berbagai informasi ancaman lingkungan global, lahir tahun 1975), dan masih banyak lagi kelompok-kelompok pemerhati lingkungan yang lain.
Di Indonesia sendiri saat ini telah banyak kelompok pemerhati, penggerak dan pelestari Lingkungan hidup. Di Sumatera Utara berdasarkan data terakhir (tahun 2004) yang kupunya terdapat lebih dari 100 kelompok (termasuk LSM) yang aktif dan bergerak dalam upaya pelestarian Lingkungan Hidup. Memang data tersebut belum tentu valid karena belum dimutakhirkan dan di cross-check kepada setiap pengurus kelompok yang bersangkutan. Mungkin malah terdapat lebih dari jumlah tersebut atau bahkan ada kelompok yang sudah tidak aktif lagi.
Dengan sekian banyaknya kelompok yang concern terhadap permasalahan lingkungan hidup tersebut toh kondisi lingkungan hidup kita tidak membaik, malah sebaliknya makin memburuk. Mungkin ini disebabkan tidak adanya sinkronisasi program atau kegiatan antar sesama kelompok tersebut maupun antara kelompok-kelompok tersebut dengan pemerintah. Semua berjalan sendiri-sendiri berdasarkan kepentingan masing-masing. Hiks… Sedih aku… :(
Pulp and Paper International Free eMagazine
Guys… Kebetulan saat ini aku masih kuliah mengambil jurusan Teknologi Hasil Hutan. Salah satu Mata Kuliah yang aku pelajari di Jurusan ini adalah Mata Kuliah Pulp and Paper. Namun sayang buku-buku dan informasi tentang Pulp and Paper sangat sulit untuk diperoleh, padahal sangat banyak Pabrik atau Industri Pulp and Paper yang beroperasi di Indonesia ini. Sebut saja di daerahku sekarang berdomisili yaitu Sumatera Utara yang memiliki satu buah industri Pulp and Paper, yaitu PT. Toba Pulp Lestari (TPL). Kemudian ada juga PT. April atau Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Riau, PT. Musi Hutan Persada (MHP) di Sumatera Selatan, PT. Indah Kiat Pulp and Paper, dan banyak lagi lainnya.
Jika kita mendapatkan, informasi baik dari media cetak maupun media elektronik tentang industri Pulp and Paper di Indonesia ini, mayoritas topik beritanya adalah tentang perambahan, illegal logging, penipuan atau penggelapan pajak atau bahkan konflik dengan masyarakat sekitar. Tidak pernah aku mendengar, melihat atau membaca berita tentang Teknologi terkini dibidang Pulp and Paper dan perkembangannya.
Kalaupun ada informasi dari Industri Pulp and Paper itu sendiri, jika mereka mengeluarkan buletin yang disebarluaskan kepada masyarakat, umumnya isi buletin tersebut adalah tentang keberhasilan mereka mencapai target produksi atau memperoleh sertifikasi ISO sekian-sekian. Pasti juga ada informasi tentang Community Development (CD) yang mereka lakukan. Kemudian informasi tentang Prestasi dibidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan informasi-informasi lainnya yang hanya terkait dengan upaya menjaga agar citra mereka tetap baik dimasyarakat. Tidak pernah ada informasi tentang teknologi yang mereka terapkan dalam industri Pulp and Paper dan perkembangannya. Bisa dibilang, Industri Pulp and Paper yang beroperasi di Indonesia ini pelit informasi.
Nah… Sebagai mahasiswa Teknologi Hasil Hutan yang mempelajari tentang Pulp and Paper, aku pun berinisiatif mencari informasi tentang Pulp and Paper di Internet. Karena salah satu moto hidupku adalah “Jika kita tidak mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari dunia nyata, maka carilah didunia maya”. Hehehehe… So far moto ngasal ini selalu memberi jawaban atas setiap informasi yang kubutuhkan namun tidak bisa kudapatkan di dunia nyata.
Salah satu sumber informasi yang kugunakan untuk dapat mengetahui berbagai informasi terkait dengan teknologi terkini di bidang Pulp and Paper adalah melalui Majalah Elektronik (emagazine) Pulp and Paper International (PPI). Semua informasi tentang Pulp and Paper bisa kita dapatkan secara lengkap dari emagazine ini. Secara periodik setiap bulan kita akan menerima kiriman emagazine ini via email kita. Gambaran singkat tentang majalh ini bisa dilihat dalam quote text dibawah ini:
Pulp & Paper International has been the leading magazine for pulp, paper and paperboard manufacturers in Europe, Asia, South America and Africa since 1959. Known for exclusive in-depth market reports such as the Top 100, Pulp & Paper International provides readers with a deep understanding of the issues that form the driving forces of the industry.
The Brussels-based editorial staff is supported by an extensive network of national editors, analysts and other contacts around the world. This global perspective is the foundation for hands-on, solutions-oriented features that help individuals working at pulp and paper companies run their businesses and make informed buying decisions. Articles cover every component of the paper making process, from the woodyard through the finishing and converting facilities.
Nah serunya lagi majalah elektronik ini bisa kita dapatkan secara cuma-cuma. Hanya dengan mendaftarkan account kita melalui link ini sehingga kita bisa selalu mendapatkan infromasi terkini dalam bidang Pulp and Paper setiap bulannya melalui email kita. Aku merekomendasikan supaya setiap Mahasiswa dan mungkin Dosen Teknologi Hasil Hutan dan Teknik Kimia khususnya dan juga Mahasiswa dan Dosen Kehutanan umumnya untuk membaca majalah ini agar kualitas pendidikan di Indonesia dalam bidang Pulp and Paper semakin baik. Semoga :)
Memaksimalkan Halaman Terindex di Google Sebagai Alternatif Meningkatkan Traffic Pada Kasus Migrasi Dari Blogger ke WordPress
Guys… Setelah pindah dari blog gratisanya blogger ke blog berbasis worpress dengan hosting sendiri ini, aku kebingungan tentang bagaimana cara membuat blog baru ini memiliki traffic yang lumayan. For your information, blogku yang dulu dan kini sudah kualihkan kesini tadinya memiliki traffic yang lumayan. Rata-rata 200 unique visitor per hari. Bingung… Karena ternyata setelah blog dari blogger tersebut kualihkan ke blog ini, semua halaman yang terindex di search engine google ketika dialihkan atau diredirect blogger ke blogku ini hasilnya selalu not found.

Tapi syukurlah aku dapat sedikit infomasi tentang bagaimana menggunakan wordpress dari sobat bloggerku el nino.
Dengan menggunakan informasi tersebut, aku mengembangkannya dengan berpatokan pada halaman-halaman blogku terdahulu yang sudah terindex di search enginenya google. Atau dengan kata lain aku mencari cara agar halaman-halaman yang sudah terindex tersebut dapat membantu memberikan tambahan traffic ke blog baruku ini dengan harapan agar ketika blogger mengalihkan hasil pencarian dari google ke blog ini, bukan pesan not found yang muncul, namun justru menuju ke halaman yang seharusnya dituju.

Caranya bagaimana??? Caranya adalah dengan merubah format default permalink struktur di blog WordPress kita.

Permalink struktur blog wordpress kita tersebut harus kita sesuaikan dengan formatnya blogger. Dari hasil try and error, akhirnya aku dapat caranya yaitu dengan merubah permalink struktur common setting dari default menjadi custom structure. Pada pilihan custom structure, tambahkan kode berikut ini: /%year%/%monthnum%/%postname%.html

Dengan merubah struktur permalink tersebut maka blog wordpress kita memiliki format alamat link yang sama dengan formatnya blogger. Hasilnya bagaimana??? Hasilnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Ketika blogger mengalihkan blog blogspot kita ke blog wordpress kita yang baru, maka visitor tidak akan menerima pesan not found namun akan menuju ke halaman yang seharusnya.

Satu lagi keunggulan cara ini adalah link blog blogspot kita yang terindex biasanya pendek sementara dengan cara ini link blog wordpress kita pasti lebih panjang. Dengan begitu maka ketika ada kasus link terindex di google seperti format berikut ini:

Pada kasus tersebut, ketika blogger mengalihkannya,

maka link tersebut akan tetap menuju pada halaman yang seharusnya. Contohnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

Walaupun begitu, ada juga beberapa format link blogger yang tidak bisa kita akalin. Misalnya format pengarsipannya. Sampai sekarang aku belum bisa dapet yang pas untuk ngakalin ini. Karena kalau format pengarsipan blogger itu mau kita akalin dan kita sesuaikan dengan formatnya wordpress, maka harus kita rubah format yang sebelumnya sudah diterangkan di atas. Tapi sebaiknya ini nggak usah kita lakukan karena jumlah halaman arsip yang terindex di search engine google pasti jauh lebih sedikit (sama dengan jumlah bulan blog kita aktif dan memiliki postingan) dibandingkan dengan jumlah halaman postingan yang terindex.

Selain itu, pada beberapa kasus penelusuran (sangat sedikit jumlahnya) ada juga beberapa halaman yang terindex di google namun ketika diteruskan oleh blogger masih menghasilkan pesan not found. Hal ini bisa ditanggulangi dengan mengedit permalink blog wordpress kita dan kita sesuaikan dengan link blog blogspot kita yang direkam oleh google. Ini dia nih salah satu lagi hal yang aku suka dari wordpress, yaitu permalink bisa kita edit sesuai kebutuhan. Hehehe… Makin jatuh cinta nih aku ama WordPress :)
*Note: Klik gambar untuk memperjelas
Titip Links for Busby SEO Test


![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=4780ef6a-5b11-42f8-9c38-265d63901172)








































